Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :
1. Windows Server 2003 x86
2. Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
3. Windows Server 2003 x86 R2
4. Windows Server 2003 x86 Service Pack 2
Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:
1. CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
2. CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
3. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
Baiklah mari kita mulai:
Boot komputer dengan CD Windows Server 2003
Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.
Windows Server 2003
Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA
Windows Server 2003
Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.
Membuat Partisi
Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).
Windows Server 2003
Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.
Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.
Windows Server 2003
Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.
Windows Server 2003
Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.
Windows Server 2003
Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang.
Windows Server 2003
Windows Server Setup GUI
Windows Server 2003
Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:
Windows Server 2003
Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.
Windows Server 2003
Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’
Windows Server 2003
Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.
Windows Server 2003
Windows Server 2003
PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.
Windows Server 2003
Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.
Windows Server 2003
Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003!
Rabu, 07 Januari 2009
Setup Windows Server 2003 bagian 1
Diposting oleh
blogs arina
di
18.45
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Sejarah Singkat MS Office
Sejarah panjang perjalanan Microsoft Office hingga saat ini, banyak perubahan dan penambahan fasilitas sejak pertama kali diluncurkan tanggal 30 Agustus 1992. Waktu itu aplikasi perkantoran ini diberi nama Microsoft Office versi 3.0. Pada versi tersebut Microsoft Office menyertakan Microsoft Word sebagai pengolah kata, Microsoft Excel sebagai pengolah angka, Microsoft PowerPoint digunakan sebagai aplikasi presentasi yang handal dan Microsoft Mail digunakan untuk menerima dan mengirim email.
Setelah populer dengan Microsoft Office 3.0, pada tahun 1995-an Microsoft kembali meluncurkan Microsoft Office 95 bersamaan waktu itu Microsoft meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows 95. Pada sistem operasi ini Microsoft merombak total Windows versi 3.1 dan Windows 3.11 for Workgroup, perubahan yang cukup signifikan dalam sejarah sistem operais PC saat itu. Sejalan dengan pekembangan sistem operasi Microsoft Windows, Microsoft Office sendiri terus berkembang dan semakin mapan dan terus digandrungi serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat komputer di dunia, termasuk di Indonesia.
Sampai pada tahun 2000-an Microsoft sudah meluncurkan beberapa versi Microsoft Office dan sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai andalan aplikasi perkantoran modern. Beberapa versi dari Microsoft Office yang masih banyak digunakan saat ini antara lain Microsoft Office 2000, Microsoft Office XP (2002) dan Microsoft Office 2003.
Pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak kemampuan Microsoft Office 2003 masih belum tersentuh oleh pemakainya. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi dan sistem operasi yang juga terus berkembang, maka diluar dugaan Microsoft kembali akan meluncurkan Microsoft Office 2007 bersamaan dengan Windows Vista yang sebentar lagi akan hadir di tengah-tengah masyarakat komputer dunia.
Diposting oleh
blogs arina
di
18.40
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Senin, 05 Januari 2009
Memperbaiki harddisk yang bad Sector
Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :
* Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
* Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
* Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
* Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
* Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.
* Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
* Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
* Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.
Tujuan
* Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
* Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.
Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.
Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.
Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.
Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk
Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :
a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).
b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :
Kondisi Display pada program Format persentasi yang dapat digunakan
Baik 0-20% 20%
Bad sector 21% Dibuang
Baik 22-89% 67%
Bad sector 91% Dibuang
Baik 91-100% 9%
c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.
Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.
d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.
e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.
F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.
G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.
Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.
Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.
Artikel ini sudah dilakukan oleh LAB Busset, dan kesalahan dalam melakukan Tips ini diluar tanggung jawab Busset..
Diposting oleh
blogs arina
di
22.10
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
VFS - Sistem Berkas Linux
VFS
Virtual File System atau Virtual File System Switch adalah suatu lapisan abstrak di atas sistem berkas yang sesungguhnya, yang menangani semua system call yang berhubungan dengan suatu sistem berkas di bawahnya. Tujuan dari VFS yaitu agar berbagai sistem berkas yang berbeda dapat di akses oleh aplikasi komputer dengan cara yang seragam. Gambar 21.1 menunjukkan hubungan antara Linux VFS dengan sistem berkas yang sesungguhnya. Virtual File System menyediakan antarmuka antara system call dengan sistem berkas yang sesungguhnya. Keberadaan VFS tentu dapat mengatasi perbedaan berbagai sistem berkas yang digunakan oleh berbagai sistem operasi saat ini seperti Windows, Mac OS, Linux, dan sebagainya, sehingga suatu aplikasi dapat mengakses berkas dari sistem berkas yang berbeda tanpa perlu mengetahui jenis sistem berkas yang digunakan dan detil implementasi dari masing-masing sistem berkas tersebut.
Sistem Berkas yang didukung oleh Linux VFS dapat dibagi menjadi tiga kategori:
1.
Disk-based Filesystem . Contohnya EXTFS, iso9660, FAT, dan sebagainya.
2.
Network-based Filesystem . Contohnya NFS, Coda, AFS, CIFS, dan sebagainya.
3.
Sistem berkas khusus. Contohnya /proc, RAMFS, dan DEVFS
Sistem berkas biasanya diimplementasikan secara object-oriented. Jadi, sistem berkas dapat dipandang sebagai sekumpulan objek yang terbentuk dari suatu struktur data dengan beberapa method/function yang berkaitan. Ide dibalik implementasi VFS yaitu suatu konsep yang disebut common file model. Singkatnya, setiap sistem berkas yang didukung oleh Linux harus dapat menerjemahkan physical organization yang diimplementasikannya ke dalam VFS common file model. Linux VFS common file model terdiri dari beberapa objek, yaitu superblock, inode, file, dan dentry.
Gambar 21.2. Interaksi antara proses dengan objek VFS
Interaksi antara proses dengan objek VFS
VFS Superblock
Setiap sistem berkas yang di-mount akan direpresentasikan oleh sebuah VFS Superblock. Superblock digunakan untuk menyimpan informasi mengenai partisi tersebut. Pada dasarnya superblock merupakan suatu struktur data yang menyimpan beberapa informasi sebagai berikut:
*
Device. Merupakan suatu device identifier, contohnya /dev/hda1 adalah harddisk pertama yang terdapat pada sistem memiliki device identifier 0x300.
*
Inode Pointer. Merupakan suatu pointer yang menunjuk ke inode pertama pada sistem berkas.
*
Blocksize. Menunjukkan ukuran suatu block dari sistem berkas, contohnya 1024 bytes.
*
Superblock operation. Merupakan suatu pointer ke sekumpulan superblock routine (fungsi) dari sistem berkas, contohnya read, write, dan sebagainya.
*
File System type. Menunjukkan tipe dari sistem berkas, contohnya EXT2, FAT, NTFS.
*
File System specific . Merupakan suatu pointer ke informasi yang dibutuhkan oleh sistem berkas.
Gambar 21.3. Ilustrasi VFS Superblock
Ilustrasi VFS Superblock
Beberapa operasi yang terdapat dalam VFS Superblock adalah alloc_inode, read_inode, write_inode, put_inode, delete_inode, dan sebagainya.
VFS Inode
VFS inode adalah abstraksi VFS untuk berkas. Setiap berkas, directory, dan data lainnya pada VFS direpresentasikan oleh satu dan hanya satu VFS inode. VFS inode hanya terdapat di memori kernel dan disimpan di inode chace selama masih dibutuhkan oleh sistem. Beberapa informasi yang disimpan oleh VFS inode yaitu:
*
Device. Menunjukan device identifier dari suatu device yang menyimpan berkas, ataupun directory.
*
Inode Number. Merupakan nomor inode yang unik dalam sistem berkas.
*
Mode. Menggambarkan apa yang direpresentasikan oleh VFS inode.
*
User ID. Merupakan identifier bagi pemilik berkas.
*
Time. Menunjukkan kapan pembuatan, modifikasi, dan penulisan suatu berkas.
*
Blocksize. Menunjukkan ukuran dari block yang digunakan oleh berkas.
*
Inode operations. Merupakan pointer ke suatu routine yang melakukan berbagai operasi pada inode.
*
Count. Menunjukkan berapa kali suatu sistem telah menggunakan suatu inode.
*
Lock. Digunakan untuk mengunci VFS inode.
*
Dirty. Mengindikasikan bahwa telah terjadi penulisan pada VFS inode, sehingga perubahan yang terjadi juga harus dituliskan ke sistem berkas yang sesungguhnya.
*
File system specific information . Menunjukkan informasi khusus yang dibutuhkan oleh suatu inode.
Gambar 21.4. Ilustrasi VFS Inode
Ilustrasi VFS Inode
Beberapa contoh operasi yang terdapat dalam VFS Inode yaitu create, lookup, mkdir, dan rmdir.
VFS File
VFS File (berkas VFS) menyimpan informasi yang berkaitan dengan suatu open file dan proses. Objek ini hanya akan ada dalam VFS jika suatu proses berinteraksi dengan suatu berkas dalam disk. Beberapa data yang disimpan dalam VFS berkas adalah mode, file_operation (method), file_version, file_owner, dan file_userid. Beberapa operasi dalam VFS Berkas antara lain Read, Write, Open, dan Check_media_change.
Gambar 21.5. Ilustrasi VFS File
Ilustrasi VFS File
VFS Dentry
Dentry atau Directory Entry merupakan suatu struktur data yang bertugas sebagai penerjemah dari suatu nama berkas ke inode-nya. Dentry disimpan dalam chace di VFS (dchace). Beberapa informasi yang disimpan dalam dentry adalah name, pointer to inode, pointer to parent dentry, list head of children, chains for lots of lists, dan use count. Beberapa operasi dalam VFS dentry antara lain D_compare, D_delete, dan D_release.
Gambar 21.6. Ilustrasi VFS Dentry
Ilustrasi VFS Dentry
Mounting Sistem Berkas
Ketika seorang pengguna Linux me- mounting suatu sistem berkas pada suatu direktori, maka hal pertama yang akan dilakukan oleh VFS adalah mencari tahu apakah kernel mendukung sistem berkas tersebut. Setelah mengetahui bahwa kernel mendukung sistem berkas tersebut, maka VFS akan mencari keberadaan superblock dari sistem berkas tersebut agar dapat mengakses semua berkas dan direktori yang terdapat di dalamnya, tetapi jika ternyata kernel tidak mendukung sistem berkas tersebut, maka VFS akan meminta untuk memasukkan modul yang berkaitan dengan sistem berkas tersebut agar sistem berkas tersebut dapat ditangani oleh VFS. Pada kasus yang lain, jika ternyata sistem berkas tersebut telah di- mount pada suatu direktori tertentu dan mount point-nya ingin dipindahkan ke direktori lain, maka VFS akan mencari VFS inode dari direktori baru yang akan dijadikan tempat mount point. Kemudian VFS akan memeriksa apakah pada direktori tersebut tidak ditemukan sistem berkas lain yang sedang di- mount disana, karena sistem berkas yang berbeda tidak dapat di-mount pada satu direktori yang sama.
Single Virtual File System
Pada Linux, virtual file system diimplementasikan dengan cara membuat satu sistem berkas abstrak, dan untuk mengakses sistem berkas yang sesungguhnya hanya melalui satu berkas (root). Single virtual file system hanya mencakup semua fitur dasar dari tiap sistem berkas yang terdapat pada sistem, sehingga akses ke struktur internal dari tiap sistem berkas tersebut mungkin akan terbatas, terutama pada program-program yang dirancang hanya untuk memanfaatkan Single VFS dibandingkan dengan implementasi melalui device driver yang mengizinkan akses secara universal. Kekurangan lainnya adalah performa yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan implementasi VFS lain. Performa yang rendah ini muncul karena ketika penulisan ataupun penghapusan virtual file yang terdapat dalam virtual file sistem, harus dilakukan proses reshuffle.
Diposting oleh
blogs arina
di
22.02
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Penyimpanan Tersier Sistem Penyimpanan Masal
Penyimpanan Tersier
Penyimpanan tersier pada dasarnya adalah menggunakan removable media yang tentu saja berdampak pada biaya produksi yang lebih murah. Sebagai contoh: sebuah VCR dengan banyak kaset akan lebih murah daripada sebuah VCR yang hanya dapat memaminkan satu kaset saja.
Jenis Stuktur Penyimpanan Tersier :
Floppy disk
Floppy disk(disket) terbuat dari cakram tipis, fleksibel yang dilapisi bahan yang bersifat magnetik dan terbungkus atau dilindungi oleh plastik.kebanyakan floppy disk hanya mampu menampung data sekitar 1-2Mb saja, tetapi sekarang floppy disk dapat menyimpan data hingga 1 Gb.
meskipun kecepatan akses datanya lebih lambat dari pada harddisk dan lebih rentan terhadap kerusakan permukaan disknya, floppy disk dulu sangat disukai karena harganya yang lebih murah dari pada removable disk lainnya dan dapat ditulis berkali-kali
Komponen internal dasar floopy disk 3.5 inch
1.Write-protec tab; 2. Hub; 3. Shutter; 4. Plastic housting; 5. Paper ring; 6. Magnetic disk; 7. Disk sector;
Magneto-optic disk
Magneto-optic disk adalah salah satu contoh dari removable disk. Teknologi penyimpanan data pada magneto-disk adalah dengan cara menyinari permukaan disk dengan sinar laser yang ditembakkan dari disk head. tempat yang terkena sinar laser ini kemudian digunakan untuk menyimpan bit data. untuk mengakses data yang telah disimpan, head mengakses data tersebut dengan bantuaan kerr effect. cara kerja kerr effect adalah ketika suatu sinar laser dipantulkan dari sebuah titik magnetik. palarisasinya akan diputar secara atau berlawanan dengan arah jarum jam, tergantung dari orientasi medan magnetiknya. rotasi inilah yang dibaca oleh head disk sebagai sebuah bit data
Magneto-Otical Disk
Optical disk
Optical disk tidak menggunakan bahan yang bersifat magneti sama sekali. Optical disk menggunakan bahan spesial yang dapat diubah oleh sinar laser menjadi memiliki spot-spot yang relatif gelap atau terang. contohnya dar optical disk ini adalah CD-RW dan DVD-RW. teknologi optical disk ini dibagi menjadi dua yaitu:
1.Phase-change disk. disk ini dilapisi oleh bahan yang dapat mengkristal(beku) menjadi crystalline(serpihan-serpihan kristal) atau menjadi amorphous state(bagian yang tak berbentuk). Bagian crytalline ini lebih transparan, karenanya tembakan laser yang mengenainya akan lebih terang melintasi bahan dan memantul dari lapisan pemantul. Drive Phase-change disk ini menggunakan sinar laser dengan kekuatan yang berbeda. sinar laser dengan kekuatan tinggi digunakan melelehkan disknya kedalam amorphous state, sehingga dapat digunakan untuk menulis data lagi. sinar laser dengan kekuatan sedang dipakai untuk menghapus data denga cara melelehkan permukaan disknya dan membekukannya kembali ke dalam keadaan crytalline, sedangakan sinar laser dengan kekuatan lemah digunakan untuk membaca data yang telah disimpan.
2.Dye-Polimer disk. Dye-polimer merekam data dengan membuat bump(gelombang) disk dilapisi dengan bahan yang dapat enyerap sinar laser. sinar laser ini membakar spot hingga spot ini memuai dan membentuk bump(gelombang). bump ini dapat dihilangakan atau didatarkan kembali dengan cara dipanasi lagi dengan sinar laser.
DVD-RW disk pada sebuah gelondong
Write Once Read Many-Times(WORM)
Sifat dari WORM ini adalah hanya dapat ditulis sekali dan data yang telah ditulis bisa tahan lama. WORM ini terbuat dari sebuat aluminium film yang dilapisi plastik dibagian bawah maupun dibagian atasnya.cara penyimapanan data pada WORM ini adalah dengan cara memanfaatkan sinar laser untuk mebuat lubang pada bagian aluminiumnya. data yang telah disimpan tidak rusak atau tahan terhadap pengaruh medan magnet. contoh dari WORM ini adalah CD-R dan DVD-R.
CD-R
Read only disk
Read only disk menggunakan teknologi yang mirip dengan optical disk dan WORM, tetapi penyimpanan bit-bit dilakukan demhan cara burned seperti proses penyimpanan pada optical disk maupun WORM. datanya sudah direkam dari pabrik yang membuatnya dan datanya tahan lama. contoh dari read only disk adalah CD-ROM dan DVD-ROM.
CDROM Drive
Tapes
Harga tapes drive memang lebih mahal dari pada magnetis disk drive, tetapi harga catridge sebuah tape lebih murah dari pada equivalent penyimpanan data pada magnetic disk. sebuah tapes dapat menyimpan data lebih banyak dari pada optical disk maupun magnetik disk. tape drive dan disk drive hampir sama dalam kecepatan transfer data, tetapi dalam akses data secara random, tape jauh lebih lamabat, karena mambutuhkan operasi fast-forward atau rewind. jadi tape kurang efektif dalam pengaksesan data secara random. tapes banyak digunakan di supercomputer center dimana data yang ditampung sangat banyak dan besar dan tidak membutuhkan operasi random akses yang cepat. untuk mengganti tape dalam library dalam skala besar secara otomatis, biasanya digunakan robotic tape changers.
DDS Tape Drives
Flash memory
Flash memori adalah sejenis EEPROM (Electrically-Erasable Programmable Read-Only Memori) yang mengizinkan akses pada lokasi memori untik dihapus atau ditulis dalam satu operasi pemograman. istilah awamnya memori adalah suatu bentuk dari chip memori yang dapat ditulis, tidak seperti chip random accsess memori, dan dapt menyimpan datanya meskipun tanpa daya listrik (non-volatile). memori ini biasanya digunakan dalam kartu memori, USB flash drive(flash disk), pemutar MP3, kamera digital, telepon genggam.
USB Drive
Dukungan Sistem Operasi
Suatu Operating System bertugas untuk mengatur physical devices serta menampilkan suatu abstraksi dari virtual machine ke suatu aplikasi.
OS menyediakan dua abstraksi untuk hard disk, yaitu:
1.Raw device= array dari beberapa blok.
2.File System = sistem operasi menyusun dan menjadwalkan permintaan interleaved dari beberapa aplikasi.
Operasi file pada umumnya didukung oleh sistem operasi:
*Create, yaitu menciptakan entri direktori dan mengatur sebagian atribut file, tetapi tidak menyediakan ruang untuk isi file.
*Delate, yaitu menghapus isi direktori untuk membebaskan ruang yang ditempati oleh file.
*Open, yaitu mengambil atribut file dan daftar alamat yang akan digunakan uantuk diletakan pada memori sehingga kegiatan baca/tulis data berlangsung lebih cepat.
*Close, yaitu membersihkan data pada buffer dan membebaskan memori yang digunakan untuk menyimpan atribut file dan alamat disk.
*Read, yaitu membaca sejumlah byte dari posisi tertentu pada file (yang ditentukan oleh pengguna) dan diletakan pada buffer.
*Write, yaitu menulis sejumlah byte dari buffer ke posisi tertentu pada file yang ditentukan oleh pengguna..
*Append, yaitu menambahkan data pada akhir file.
*Rename, yaitu menganti nama file.
Kinerja
Masalah kinerja sebagai salah satu komponen dari sistem operasi, penyimpanan tersier mempuyai tga aspek uatama dalam kinerja, yaitu: kecepatan, kehandalan, dan biaya.
1.
Kecepatan . Kecepatan dari penyimpanan tersier memiliki dua aspek: benwidth dan latency, menurut silberschatsz et.at. [silberschatz2002], sustained bandwidth adalah rata-rata tingakat data pada proses transefer, yaitu jumlah byte dibagi dengan waktu transfer. effective bandwidth menghitung rata-rata pada seluruh waktu I/O, termasuk waktu untuk seek atau locate. istilah bandwidth dari suatu drive sebenarnya adalah sustained bandwidth.Kecepatan penyimpanan tersier memiliki dua aspek yaitu bandwidth dan latency. Bandwidth diukur dalam byte per detik. sustained bandwidth adalah rata-rata laju pada proses transfer (jumlah byte dibagi dengan lamanya proses tansfer). perhitungan rata-rata pada seluruh waktu input atau output, termasuk waktu untuk pencarian disebut dengan effective bandwidth. untuk bandwidth suatu drive, umunya yang dimaksud adalah sustained banwidth. untuk removable disk, bandwidth berkisar dri beberapa megabyte per detik untuk yang paling lambat sampai melebihi 40 MB per detik untuk yang paling cepat. tape memilki kisaran bandwidth yang serupa, dari beberapa megabyte per detik sampai melebihi 30 MB per detik.Aspek kedua kecepatan adalah access latency (waktu akses). dengan ukuran kinerja, ini disk lebih cepat dari pada tape. penyimpana disk secara esensisl berdimensi dua--semua bit berada diluar dibukaan. akses disk hanya memindahkan arm ke silinder yang dipilih dan menunggu retational latency, yang bisa memakan waktu kuarang dari pada 5 milidetik. sebaliknya, penyimpanan tape berdimensi tiga. pada sembarang waktu, hanya bagian kecil tape yang terakses ke haed, sementara sebagian besar bit terkubur di bawah ratusan atau ribuan lapisan tape (pita) yang menyelubungi reel (alat penggulung). Random access pada tape memerlukan pemutaran tape reel sampai blok yang dipilih mencapai tape head, yang bisa mamakan waktu puluhan atau ratusan detik. jadi, kita bisa secara umum mengatakan bahwa random access dalam sebuah tape cartridge lebih dari seribu kali lebih lambat dari pada random access pada disk.
2.
Kehandalan. Removable magnetic disk tidak begitu dapat diandalkan dibandingkan dengan fixied hard-disk karena cartridge lebih rentan terhadap lingkungan yang berbahaya seprti debu, perubahan besar pada temperatur dan kelembaban, dan gangguan mekanis seprti tekukan. Optical disk dianggap sangat dapat diandalkan karena lapisan yang menyimpan bit dilindungi oleh plastik trnsparan atau lapisan kaca. Removable magnetic sedikit kurang andal daripada fixied hard disk karena cardridge-nya lebih berkemungkinan terpapar kondisi lingkungan yang merusak, seperti debu, perubahan besar dalam suhu dan kelembaban, dan tenaga mekanis seperti kejutan(shock) dan tekukan(bending). Optical disk diangap sangat andal, karena lapisan yang meyimpan bit dilindungi oleh plastik trnsparan atau lapisan kaca. kehandalan magnetic tape sangat bervariasi, tergantung pada jenis drive-nya. beberapa drive yang tidak mahal membuat tape tidak bisa dipakai lagi setelah digunakan beberapa lusin kali; jenis lainya cukup lembut sehingga memungkinkan penggunaan ulang jutaan kali. dibandingakan dengan magnetic-disk head, head dalam magnetic-tape drive merupakan titik lemah. disk head melayang diatas media, tetapi head kontak langsug dengan tape-nya. aksi penyapuan (scrubbing) dari tape bisa membuat head tidak bisa dipakai lagi setelah beberapa ribu atau puluhan ribu jam. ringkasnya, kita katakan bahwa fixed disk drive cenderung lebih andal dari pada removable disk drive atau tape drive, dan optical disk cenderung lebih andal daripada magnetic disk atau tape. namun, fixed magnetic disk memiliki satu kelemahan. head crash (hantaman head) pada hard disk umumnya menghancurkan data, sedangakan, kalau terjadi kegagalan (failure) tape drive atau optical disk drive, seringkali data cardridge-nya tidak apa-apa.
3.
Harga. Terjadi kecenderungan biaya per megabyte untuk memory DRAM, magnetic hard disk, dan tape drive. Harga dalam grafik adalah harga terendah yang ditamukan dalam iklan diberbagai majalah komputer dan di World Wide Web pada akhir tiap tahun. harga-harga ini mencerminkan ruang pasar komputer kecil pembaca majalah-majalah ini, yang harganya rendah jika dibandingakan dengan pasar mainbingkai atau mini komputer. dalam hal tape, harganya adalah untuk drive dengan satu tape. biaya keseluruhan tape storage menjadi lebih rendah kalau lebih banyak tape yang dibeli untuk digunakan dengan drive itu, karena harga sebuah tape sangat rendah dibandingkan dengan harga drive. Namun, dalam sebuah tape library raksasa yang membuat ribuan cardridge, storage cost didominasi oleh biaya tape cardridge. Pada tahun 2004, biaya per GB tape cardridge dapat didekati sekitar kurang dari $2.Sejak tahun 1997, harga per gigabyte tape drive yang tidak mahal telah berhenti turun secara dramatis, walaupun harga teknologi tape kisaran menengah (seperti DAT/DDS) terus turun dan sekarang mendekati harga drive yang tidak mahal. harga tape drive tidak ditunjukan sebelum tahun 1984, karena, seperti telah disebutkan, majalah yang digunakan dalam menelusuri harga ditrgetkan untuk ruang pasar komputer komputer kecil, dan tape drive tidak secara luas digunakan bersama komputer kecil sebelum tahun 1984. Harga per megabyte juga telah turun jauh lebih cepat untuk disk drive daripada untuk tape drive. pada kenyataanya, harga per megabyte magnetic disk drive mendekati sebuah tape cardridge tanpa tape drive, akibatnya, tape library yang berukuran kecil dan sedang memiliki storage cost lebih tinggi dari pada sistem disk dengan kapasitas setara.
Rangkuman
Penyimpana tersier dibangun dengan removable media. Penyimpanan tersier biasanya diimplementasikan sebagai jukebox dari tape atau removable disk. Kebanyakan system operasi menagani removable disk seperti fixed disk. Sementara itu, tape biasanya sitampilkan sebagai media penyimpana mentah (raw stroge medium),system berkas tidak disediakan Tiga aspek kinerja yang utama adalah kecepatan, kehandalan, dan biaya. Random access pada tape jauh lebih lama daripada disk. Kehandalan removable magnetic disk masih kurang karena masih rentan terhadap.
Aspek penting mengenai manajemen ruang swap, yaitu
1.pengunaan ruang swap. Penguanan ruang swap tergantung pada penerapan algoritma.
2.Lokasi ruang swap.
Ruang swap dapat ditentukan di:
*sistem berkas normal
*partisi yang terpisah
Diposting oleh
blogs arina
di
21.27
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Senin, 27 Oktober 2008
Instalasi AuraCMS

Langkah-langkah instalasi:
1. Extract file ZIP yang di download ke folder / directory yang baru
2. Edit file config.php,
ganti parameter yang ada dengan parameter Anda punya seperti :
host, database, username, password untuk MySQL server
3. Set up table dan data di MySQL database Anda
Dump auracms15.sql dengan PHPMyAdmin atau MySQLFront
4. Untuk mengganti tampilan situs, edit default theme yang di set di
config.php, pada themes/… directory/folder
buka header.php & footer.php, lakukan perubahan seperlunya
5. Upload file ke webhosting.
set file permission seperti berikut :
chmod 755 untuk file-file *.php
chmod 777 untuk folder /images
chmod 777 untuk folder /files
chmod 777 to file /mod/online.db.txt
chmod 777 to file /mod/counter.txt
chmod 777 to file /mod/month.txt
chmod 777 to file /mod/today.txt
6. Selesai !
Sekarang Anda bisa mengakses situs Anda di http://www.yourdomain.com/
UntuK diingat :
Layar admin bisa diakses dari http://www.yourdomain.com/admin/
ATAU
http://www.yourdomain.com/?pilih=admin
Untuk login pertama gunakan :
username => admin
password => abc
Sumber: bacasaya.txt @ auracms162.zip
Diposting oleh
blogs arina
di
23.00
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Instalasi LAMP di Ubuntu
Hal-hal yang diperlukan untuk instalasi
You need access to your site and its directory and software to proceed with the installation. Anda memerlukan akses ke situs Anda dan direktori dan perangkat lunak untuk melanjutkan dengan instalasi, antara lain :
* An access to your web server (via shell or FTP ) Sebuah akses ke web server (melalui shell atau FTP)
* A teTxt editor Sebuah editor teks
* An FP Client (if you need to install WordPress on a remote server) Sebuah Klien FTP (jika anda perlu menginstal WordPress di server jauh)
* Your web browser of choice Browser web pilihan
Things You Need to Do For The Installation Hal-hal yang perlu anda lakukan untuk instalasi
Begin your installation by: Anda mulai dengan instalasi:
1. Checking to ensure that you and your web host have the minimum requirements to run WordPress . Memeriksa untuk memastikan bahwa Anda dan web host memiliki persyaratan minimum untuk menjalankan WordPress.
2. Download the latest release of WordPress. Download rilis terbaru dari WordPress.
3. Unzip the downloaded file to a folder on your hard drive. Unzip file yang didownload ke folder pada hard drive anda.
4. Print this page out so you have it handy during the installation. Cetak halaman ini keluar sehingga Anda memiliki itu berguna ketika melakukan instalasi.
Famous 5-Minute Install Terkenal 5 Menit Instalasi
Here's the quick version of the instructions, for those that are already comfortable with performing such installations. Berikut ini versi cepat petunjuk, bagi mereka yang sudah nyaman dengan melakukan instalasi tersebut. More detailed instructions follow. Lebih rinci petunjuk ikuti.
1. Download and unzip the WordPress package, if you haven't already. Download dan unzip dalam paket WordPress, jika Anda belum.
2. Create a database for WordPress on your web server, as well as a MySQL user who has all privileges for accessing and modifying it. Buat database untuk WordPress pada server Web Anda, juga sebagai user MySQL yang memiliki semua hak untuk mengakses dan memodifikasi itu.
3. Rename the wp-config-sample.php file to wp-config.php . Nama wp-config-sample.php file wp-config.php.
4. Open wp-config.php in your favorite text editor and fill in your database details . Buka wp-config.php favorit Anda dalam editor teks dan isi rincian database anda.
5. Place the WordPress files in the desired location on your web server: Letakkan file WordPress di lokasi yang dikehendaki pada server Web Anda:
* If you want to integrate WordPress into the root of your domain (eg http://example.com/ ), move or upload all contents of the unzipped WordPress directory (but excluding the directory itself) into the root directory of your web server. Jika Anda ingin mengintegrasikan WordPress ke dalam akar domain Anda (misalnya http://example.com/), memindahkan atau meng-upload semua isi dari direktori unzipped WordPress (tetapi tidak termasuk direktori itu sendiri) ke root direktori web server Anda.
* If you want to have your WordPress installation in its own subdirectory on your web site (eg http://example.com/blog/ ), rename the directory wordpress to the name you'd like the subdirectory to have and move or upload it to your web server. Jika Anda ingin memiliki instalasi WordPress Anda sendiri dalam subdirektori pada situs web Anda (misalnya http://example.com/blog/), nama direktori wordpress untuk nama yang Anda ingin untuk memiliki subdirektori dan memindahkan atau meng-upload Anda ke web server. For example if you want the WordPress installation in a subdirectory called "blog", you should rename the directory called "wordpress" to "blog" and upload it to the root directory of your web server. Misalnya jika Anda ingin instalasi WordPress di sebuah subdirektori yang bernama "blog", Anda harus mengubah nama direktori yang disebut "susu" untuk "blog" dan meng-upload ke root direktori web server Anda.
Hint : If your FTP transfer is too slow read how to avoid FTPing at : Step 1: Download and Extract . Petunjuk: Jika anda transfer FTP terlalu lambat membaca cara untuk menghindari FTPing di: Langkah 1: Download dan Extract.
6. Run the WordPress installation script by accessing wp-admin/install.php in your favorite web browser. Jalankan skrip instalasi WordPress dengan mengakses wp-admin/install.php favorit Anda di web browser.
* If you installed WordPress in the root directory, you should visit: http://example.com/wp-admin/install.php Jika anda menginstal WordPress di root direktori, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php
* If you installed WordPress in its own subdirectory called blog , for example, you should visit: http://example.com/blog/wp-admin/install.php Jika anda menginstal WordPress dalam subdirektori bernama blog sendiri, misalnya, Anda harus mengunjungi: http://example.com/blog/wp-admin/install.php
That's it! Itu saja! WordPress should now be installed. WordPress sekarang harus dipasang.
See also: Lihat juga:
* Example WordPress installation Contoh instalasi WordPress
* A Beginner's Guide to Installing Wordpress on Your Own Domain A untuk Pemula Panduan Instalasi wordpress pada domain Anda sendiri
* Visual tutorial on how to install Wordpress Visual tutorial tentang cara menginstal Wordpress
* Screencast: How to Install WordPress on IIS7, Windows Server 2008 Screencast: Cara Install WordPress di IIS7, Windows Server 2008
* Installing WordPress-An Audio-Visual Presentation Instalasi-Wordpress audio-visual presentasi
* WordPress Installation Tutorial Tutorial Instalasi WordPress
* How to install the latest version of WordPress Cara menginstal versi terbaru dari WordPress
Detailed Instructions Petunjuk rinci
Step 1: Download and Extract Langkah 1: Download dan Extract
Download and unzip the WordPress package from http://wordpress.org/download/ . Download dan unzip paket dari WordPress yang http://wordpress.org/download/.
* If you will be uploading WordPress to a remote web server, download the WordPress package to your computer with your favorite web browser and unzip the package. Jika Anda akan meng-upload WordPress untuk remote server Web, men-download WordPress paket ke komputer dengan web browser favorit Anda dan unzip paket.
* If you have shell access to your web server, and are comfortable using console-based tools, you may wish to download WordPress directly to your web server using wget (or lynx or another console-based web browser) if you want to avoid FTPing : Jika Anda memiliki shell akses ke web server, dan nyaman menggunakan alat bantu berbasis konsol, Anda mungkin ingin men-download WordPress langsung ke web server menggunakan wget (atau lynx atau konsol lain berbasis web browser) jika Anda ingin menghindari FTPing:
o wget http://wordpress.org/latest.tar.gz wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
o Then unzip the package using: Kemudian unzip paket menggunakan:
tar -xzvf latest.tar.gz tar-xzvf latest.tar.gz
The WordPress package will extract into a folder called wordpress in the same directory that you downloaded latest.tar.gz . WordPress paket yang akan Ekstrak ke dalam folder bernama susu yang sama di direktori yang akan di-download latest.tar.gz.
* If you do not have shell access to your web server, or you are not comfortable using console-based tools, you may wish to deploy WordPress directly to your web server using ZipDeploy . Jika Anda tidak memiliki shell akses ke web server Anda, atau Anda tidak nyaman menggunakan alat bantu berbasis konsol, Anda mungkin ingin menyebarkan WordPress langsung ke server Web Anda menggunakan ZipDeploy.
Step 2: Create the Database and a User Langkah 2: Buat Database dan Pengguna
If you are using a hosting provider , you may already have a WordPress database set up for you, or there may be an automated setup solution to do so. Jika Anda menggunakan hosting selular, Anda mungkin sudah memiliki WordPress database anda untuk anda, atau mungkin ada solusi setup otomatis untuk melakukannya. Check your hosting provider's support pages or your control panel for clues about whether or not you'll need to create one manually. Periksa penyedia hosting Anda mendukung halaman atau Anda kontrol panel untuk petunjuk tentang apakah Anda akan atau tidak perlu membuat satu secara manual.
If you determine that you'll need to create one manually, follow the instructions for accessing phpMyAdmin on various servers , or follow the instructions for Using cPanel or Using phpMyAdmin below. Jika Anda menentukan bahwa Anda perlu membuat satu secara manual, ikuti instruksi untuk mengakses phpMyAdmin pada berbagai server, atau ikuti petunjuk untuk Menggunakan cPanel atau Menggunakan phpMyAdmin di bawah ini.
If you are installing WordPress on your own web server, follow the Using phpMyAdmin or Using the MySQL Client instructions below to create your WordPress username and database. Jika Anda menginstal WordPress pada server Web Anda sendiri, ikuti Menggunakan phpMyAdmin atau Menggunakan MySQL Klien petunjuk di bawah ini untuk menciptakan WordPress username dan database.
If you have only one database and it is already in use, you can install WordPress in it - just make sure to have a distinctive prefix for your tables, to avoid over-writing any existing database table. Jika Anda hanya memiliki satu database dan sudah digunakan, Anda dapat memasang WordPress di dalamnya - hanya pastikan untuk memiliki awalan istimewa untuk Anda meja, untuk menghindari lebih dari apapun yang ada tulisan-tabel database.
Using cPanel Menggunakan cPanel
Main article: Using cPanel Artikel utama: Menggunakan cPanel
If your hosting provider uses cPanel , you may follow these instructions to create your WordPress username and database. Jika Anda menggunakan hosting selular cPanel, Anda dapat ikuti petunjuk untuk membuat Anda WordPress username dan database.
1. Log in to your cPanel . Log in ke account cPanel.
2. Click MySQL Databases . Klik database mysql.
3. If a user relating to WordPress does not already exist under the Users section, create one: Jika pengguna yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di bawah Pengguna seksi, membuat satu:
1. Chose a username for WordPress (' wordpress ' is good) and enter it in the UserName field. Memilih nama pengguna untuk WordPress ( 'kaya' yang baik) dan memasukkannya dalam UserName lapangan.
2. Choose a difficult-to-guess password (ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols), and enter it in the Password field. Pilih-sulit untuk menebak-sandi (idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol), dan memasukkannya dalam Password lapangan.
3. Write down the username and password you chose. Catat username dan password yang Anda pilih.
4. Click Add User . Klik menambahkan pengguna.
4. If a database relating to WordPress does not already exist under the Databases section, create one: Jika database yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di bawah bagian Database, membuat satu:
1. Choose a name for your WordPress database (' wordpress ' or ' blog ' are good), enter it in the Db field, and click Add Db . Pilih nama anda WordPress untuk database ( 'kaya' atau 'blog' yang baik), masukkan dalam bidang Db, dan klik Tambah dB.
5. Under Databases , select your WordPress username from the User dropdown, then select your WordPress database from the Db dropdown. Dalam Database, Wordpress username Anda pilih dari dropdown Pengguna, kemudian pilih Anda WordPress database dari dropdown Db. Make sure All is checked under Privileges , then click Add User to Db . Pastikan Semua diperiksa di bawah Privileges, kemudian klik Add User untuk dB.
6. When you return to the main MySQL Account Maintenance screen, cPanel will list information about the database you just created. Bila Anda kembali ke utama MySQL Account Pemeliharaan layar, cPanel akan daftar informasi tentang database yang baru Anda buat. You should see the username you just added to the database (with ALL PRIVILEGES ), as well as a few sample Connection Strings for you to use in Perl or PHP scripts to connect to the database. Anda harus melihat nama pengguna Anda hanya ditambahkan ke database (dengan SEMUA PRIVILEGES), serta beberapa sampel Koneksi Strings untuk Anda untuk digunakan di Perl atau PHP script untuk koneksi ke database. The PHP code will have the following format: Kode PHP yang akan memiliki format berikut:
$dbh = mysql_connect(" hostname ", " username ", "") or die (" message "); $ DBH = mysql_connect ( "hostname", "username", "") atau mati ( "pesan");
mysql_select_db(" databasename "); mysql_select_db ( "databasename");
Write down the values of hostname , username , databasename , and the password you chose. Catat nilai-nilai hostname, username, databasename, dan password yang Anda pilih. (Note that hostname will usually be localhost .) (Catatan nama host yang akan biasanya localhost.)
Using phpMyAdmin Menggunakan phpMyAdmin
If your web server has phpMyAdmin installed, you may follow these instructions to create your WordPress username and database. Jika Anda memiliki web server phpMyAdmin terinstal, Anda dapat ikuti petunjuk untuk membuat Anda WordPress username dan database.
Note: These instructions are written for phpMyAdmin 2.6.0; the phpMyAdmin user interface can vary slightly between versions. Catatan: petunjuk ini ditulis untuk phpMyAdmin 2.6.0; phpMyAdmin user interface yang dapat sedikit berbeda antara versi.
1. If a database relating to WordPress does not already exist in the Database dropdown on the left, create one: Jika database yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada di Database dropdown di sebelah kiri, membuat satu:
1. Choose a name for your WordPress database (' wordpress ' or ' blog ' are good), enter it in the Create new database field, and click Create . Pilih nama anda WordPress untuk database ( 'kaya' atau 'blog' yang baik), masukkan dalam bidang Buat database baru, dan klik Buat.
2. Click the Home icon in the upper left to return to the main page, then click Privileges . Klik icon Home di sudut kiri untuk kembali ke halaman utama, kemudian klik Privileges. If a user relating to WordPress does not already exist in the list of users, create one: Jika pengguna yang berkaitan dengan WordPress sudah tidak ada dalam daftar pengguna, membuat satu:
1. Click Add a new User . Klik Tambahkan Pengguna baru.
2. Chose a username for WordPress (' wordpress ' is good) and enter it in the User name field. Memilih nama pengguna untuk WordPress ( 'kaya' yang baik) dan memasukkannya dalam Nama pengguna lapangan. (Be sure Use text field: is selected from the dropdown.) (Pastikan Gunakan text field: dipilih dari dropdown.)
3. Choose a difficult-to-guess password (ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols), and enter it in the Password field. Pilih-sulit untuk menebak-sandi (idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol), dan memasukkannya dalam Password lapangan. (Be sure Use text field: is selected from the dropdown.) Re-enter the password in the Re-type field. (Pastikan Gunakan text field: dipilih dari dropdown.) Re-memasukkan sandi dalam Re-jenis lapangan.
4. Write down the username and password you chose. Catat username dan password yang Anda pilih.
5. Leave all options under Global privileges at their defaults. Meninggalkan semua pilihan di bawah Global hak mereka di default.
6. Click Go . Klik Go.
3. Return to the Privileges screen and click the Check privileges icon on the user you've just created for WordPress. Kembali ke Privileges layar dan klik pada ikon Periksa hak pengguna yang baru saja dibuat untuk Wordpress. In the Database-specific privileges section, select the database you've just created for WordPress under the Add privileges to the following database dropdown. Pada Database-hak khusus seksi, pilih database anda baru saja dibuat untuk WordPress di bawah hak Tambahkan ke database dropdown berikut. The page will refresh with privileges for that database. Halaman akan refresh dengan hak untuk database. Click Check All to select all privileges, and click Go . Klik Periksa Semua untuk memilih semua hak, dan klik Buka.
4. On the resulting page, make note of the host name listed after Server: at the top of the page. Pada halaman hasil, membuat catatan yang terdaftar setelah nama host server: di bagian atas halaman. (This will usually be localhost .) (Ini biasanya localhost.)
Using the MySQL Client Menggunakan mysql Klien
If you have shell access to your web server, are comfortable with using the command line, and your MySQL user has the permissions to create MySQL users and databases, you may follow the example session below to create your WordPress username and database. Jika Anda memiliki shell akses ke web server, yang nyaman dengan menggunakan baris perintah, dan Anda pengguna MySQL memiliki izin untuk membuat pengguna dan database MySQL, Anda dapat mengikuti sesi contoh di bawah ini untuk menciptakan WordPress username dan database.
$ mysql -u adminusername -p $ Mysql-u adminusername-p
Enter password: Masukkan sandi:
Welcome to the MySQL monitor. Selamat datang ke MySQL monitor. Commands end with ; or \g. Perintah diakhiri dengan; atau \ g.
Your MySQL connection id is 5340 to server version: 3.23.54 Anda koneksi MySQL id 5340 adalah untuk versi server: 3.23.54
Type 'help;' or '\h' for help. Jenis' membantu; 'atau' \ h 'untuk membantu. Type '\c' to clear the buffer. Type '\ c' untuk menghapus penyangga.
mysql> CREATE DATABASE databasename; mysql> CREATE DATABASE databasename;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec) Query OK, 1 row affected (0.00 sec)
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON databasename.* TO "wordpressusername"@"hostname" mysql> GRANT PADA SEMUA PRIVILEGES .* KE databasename "wordpressusername" @ "hostname"
-> IDENTIFIED BY "password"; -> IDENTIFIED BY "password";
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec) Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
mysql> FLUSH PRIVILEGES; mysql> Alirkan PRIVILEGES;
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec) Query OK, 0 rows affected (0,01 detik)
mysql> EXIT mysql> keluar
Bye Sampai jumpa
$
In the above: Di atas:
* adminusername will typically be root , unless you have another high-privileged account set up. adminusername biasanya akan menjadi root, kecuali Anda memiliki hak istimewa lain tinggi-setup account.
* wordpress or blog are good values for databasename . wordpress blog atau nilai-nilai yang baik untuk databasename.
* wordpress is a good value for wordpressusername . susu adalah nilai yang baik untuk wordpressusername.
* hostname will usually be localhost . hostname biasanya akan localhost. If you don't know what this value should be, check with your system administrator. Jika Anda tidak tahu apa yang harus nilai ini, periksa dengan administrator sistem Anda. If you are the system administrator, figure out what this value should be. Jika Anda adalah sistem administrator, memahami apa yang harus nilai ini.
* password should be a difficult-to-guess password, ideally containing a combination of upper- and lower-case letters, numbers, and symbols. sandi seharusnya menjadi sulit untuk menebak password, idealnya berisi kombinasi atas dan huruf kecil, nomor, dan simbol.
Write down the values you used for databasename , wordpressusername , hostname , and password . Menuliskan nilai yang digunakan untuk databasename, wordpressusername, nama host, dan password.
Using Plesk Menggunakan Plesk
See: Plesk 7 at tamba2.org Lihat: Plesk 7 di tamba2.org
Step 3: Set up wp-config.php Langkah 3: Mengatur wp-config.php
For the next part, the code you will be looking to change is as follows: Untuk bagian selanjutnya, kode anda akan melihat untuk mengubah adalah sebagai berikut:
// ** MySQL settings ** // / / ** MySQL pengaturan ** / /
define('DB_NAME', 'putyourdbnamehere'); // The name of the database define ( 'DB_NAME', 'putyourdbnamehere'); / / Nama database
define('DB_USER', 'usernamehere'); // Your MySQL username define ( 'DB_USER', 'usernamehere'); / / MySQL username Anda
define('DB_PASSWORD', 'yourpasswordhere'); // ...and password define ( 'DB_PASSWORD', 'yourpasswordhere'); / / ... dan sandi
define('DB_HOST', 'localhost'); // 99% chance you won't need to change this value define ( 'DB_HOST', 'localhost'); / / 99% kesempatan Anda tidak perlu mengubah nilai ini
define('DB_CHARSET', 'utf8'); define ( 'DB_CHARSET', 'utf8');
define('DB_COLLATE', ''); define ( 'DB_COLLATE','');
// Change SECRET_KEY to a unique phrase. / / Ubah SECRET_KEY untuk frase yang unik. You won't have to remember it later, Anda tidak perlu ingat nanti,
// so make it long and complicated. / / Sehingga membuatnya panjang dan rumit. You can visit https://www.grc.com/passwords.htm Anda dapat mengunjungi https: / / www.grc.com / passwords.htm
// to get a phrase generated for you, or just make something up. / / Untuk mendapatkan frase dihasilkan untuk Anda, atau hanya membuat sesuatu atas.
define('SECRET_KEY', 'put your unique phrase here'); // Change this to a unique phrase. define ( 'SECRET_KEY', 'Laksanakan unik frase di sini'); / / Ubah ini untuk frase yang unik.
1. Returning to where you extracted the WordPress package in Step 1 , rename the file wp-config-sample.php to wp-config.php . Kembali ke tempat yang anda Wordpress paket yang diambil dalam Langkah 1, mengubah nama file wp-config-sample.php ke wp-config.php.
2. Open the renamed wp-config.php file in your favorite text editor and fill in the following information, per the example above: Buka diganti wp-config.php file favorit Anda dalam editor teks dan mengisi informasi berikut, per contoh di atas:
DB_NAME DB_NAME
The name of the database you created for WordPress in Step 2 . Nama database yang dibuat untuk WordPress di Langkah 2.
DB_USER DB_USER
The username you created for WordPress in Step 2 . Nama pengguna yang Anda buat untuk WordPress di Langkah 2.
DB_PASSWORD DB_PASSWORD
The password you chose for the WordPress username in Step 2 . Sandi Anda untuk memilih nama pengguna WordPress di Langkah 2.
DB_HOST DB_HOST
The hostname you determined in Step 2 (usually localhost , but not always. See some possible DB_HOST values ). Nama host Anda ditentukan pada Langkah 2 (biasanya localhost, tetapi tidak selalu. Lihat beberapa kemungkinan DB_HOST nilai).
DB_CHARSET DB_CHARSET
The database character set, normally should not be changed. Database set karakter, biasanya tidak boleh diubah. See Editing wp-config.php for details. Lihat Edit wp-config.php untuk rincian.
DB_COLLATE DB_COLLATE
The database collation should normally be left blank. Database pemeriksaan harus biasanya akan dibiarkan kosong. See Editing wp-config.php for details. Lihat Edit wp-config.php untuk rincian.
3. Save the file. Menyimpan file.
* For more extensive details, and step by step instructions for creating the configuration file, refer to Editing wp-config.php . Untuk rincian lebih luas, dan petunjuk langkah demi langkah untuk menciptakan file konfigurasi, lihat Edit wp-config.php.
For information on enabling SSL in WordPress 2.6, see SSL and Cookies in WordPress 2.6 . Untuk informasi mengenai cara mengaktifkan SSL di WordPress 2.6, lihat SSL dan Cookie di WordPress 2.6.
Step 4: Upload the files Langkah 4: Upload file
Now you will need to decide where on your web site you'd like your blog to appear: Sekarang anda perlu memutuskan di mana pada situs web Anda Anda ingin blog Anda untuk muncul:
* In the root directory of your web site. Dalam root direktori situs web Anda. (For example, http://example.com/ ) (Misalnya, http://example.com/)
* In a subdirectory of your web site. Dalam sebuah subdirektori dari situs web Anda. (For example, http://example.com/blog/ ) (Misalnya, http://example.com/blog/)
Note: The location of your root web directory in the filesystem on your web server will vary across hosting providers and operating systems. Catatan: Lokasi Anda di direktori web root filesystem pada server Web Anda akan berbeda-beda di seluruh penyedia layanan hosting dan sistem operasi. Check with your hosting provider or system administrator if you do not know where this is. Periksa dengan hosting selular atau administrator sistem jika anda tidak tahu di mana ini.
In the Root Directory Dalam root direktori
* If you need to upload your files to your web server, use your favorite FTP client to upload all the contents of the wordpress directory (but not the directory itself) into the root directory of your web site. Jika Anda perlu meng-upload file ke web server, favorit Anda menggunakan FTP klien untuk meng-upload semua isi dari direktori wordpress (tetapi tidak direktori itu sendiri) ke dalam direktori root dari situs web Anda.
* If your files are already on your web server, and you are using shell access to install WordPress, move all of the contents of the wordpress directory (but not the directory itself) into the root directory of your web site. Jika file Anda sudah berada pada server Web Anda, dan Anda menggunakan shell akses untuk memasang WordPress, memindahkan seluruh isi dari direktori wordpress (tetapi tidak direktori itu sendiri) ke dalam direktori root dari situs web Anda.
In a Subdirectory Dalam sebuah subdirektori
* If you need to upload your files to your web server, rename the wordpress directory to your desired name, then use your favorite FTP client to upload the directory to your desired location within the root directory of your web site. Jika Anda perlu meng-upload file ke web server Anda, mengubah nama susu dan direktori dengan nama yang anda inginkan, kemudian favorit Anda menggunakan FTP klien untuk meng-upload direktori ke lokasi yang Anda inginkan dalam root direktori situs web Anda.
* If your files are already on your web server, and you are using shell access to install WordPress, move the wordpress directory to your desired location within the root directory of your web site, and rename the directory to your desired name. Jika file Anda sudah berada pada server Web Anda, dan Anda menggunakan shell akses untuk memasang WordPress, susu dan memindahkan direktori ke lokasi yang Anda inginkan dalam root direktori situs web Anda, dan mengubah nama direktori dengan nama yang anda inginkan.
Step 5: Run the Install Script Langkah 5: Jalankan Install Naskah
Point your favorite web browser to start the installation script. Point web browser favorit Anda untuk memulai instalasi script.
* If you placed the WordPress files in the root directory, you should visit: http://example.com/wp-admin/install.php Jika Anda menempatkan file WordPress di root direktori, Anda harus mengunjungi: http://example.com/wp-admin/install.php
* If you placed the WordPress files in a subdirectory called blog , for example, you should visit: http://example.com/blog/wp-admin/install.php Jika Anda menempatkan file WordPress di sebuah subdirektori yang bernama blog, misalnya, Anda harus mengunjungi: http://example.com/blog/wp-admin/install.php
The following screenshots show how the installation progresses. Berikut screenshot menunjukkan bagaimana instalasi berlangsung. Notice in the screen, Entering the details, you enter your Weblog title and your e-mail address. Pemberitahuan di layar, Memasuki rincian, Anda memasukkan Weblog judul dan alamat e-mail Anda. Also displayed is a check-box asking if you would like your blog to appear in search engines like Google and Technorati. Juga ditampilkan adalah kotak menanyakan apakah Anda ingin blog Anda untuk muncul di mesin pencari seperti Google dan Technorati. Leave the box checked if you would like your blog to be visible to everyone, including search engines, and uncheck the box if you want to block search engines, but allow normal visitors. Biarkan kotak dicentang jika Anda ingin blog Anda akan terlihat untuk semua orang, termasuk mesin pencari, dan matikan kotak jika Anda ingin blok mesin pencari, tetapi membolehkan pengunjung biasa. Note all this information can be changed later in your Administration Panels . Catatan semua informasi ini dapat berubah nanti di Administrasi Panel.
Version 2.3 Versi 2,3
WordPress Versi 2,3, Memasuki rincian
WordPress Version 2.3, Entering details WordPress Versi 2,3, Memasuki rincian
WordPress Versi 2,3, Semua dilakukan!
WordPress Version 2.3, All done! WordPress Versi 2,3, Semua dilakukan!
Install Script Troubleshooting Instal script mengatasi masalah
* If you get an error about the database when you run the install script: Jika Anda mendapatkan error tentang database ketika anda menjalankan instalasi script:
o Go back to Step 2 and Step 3 , and be sure you got all the correct database information and that it was entered correctly into wp-config.php . Kembali ke Langkah 2 dan Langkah 3, dan pastikan Anda mendapatkan semua informasi yang benar dan database yang telah dimasukkan dengan benar ke dalam wp-config.php.
o Be sure you granted your WordPress user permission to access your WordPress database in Step 3 . Pastikan Anda memberikan Anda Wordpress izin pengguna untuk mengakses database di WordPress Langkah 3.
o Be sure the database server is running. Pastikan database server berjalan.
Common Installation Problems Masalah umum instalasi
The following are some of the most common installation problems. Berikut ini adalah beberapa yang paling umum masalah instalasi. For more information and troubleshooting for problems with your WordPress installation, check out FAQ Installation and FAQ Troubleshooting . Untuk informasi lebih lanjut dan untuk mengatasi masalah dengan masalah instalasi WordPress Anda, periksa FAQ Instalasi dan FAQ masalah.
I see lots of Headers already sent errors. Saya melihat banyak sekali judul sudah dikirim kesalahan. How do I fix this? Bagaimana cara memperbaikinya?
You probably introduced a syntax error in editing wp-config.php . Anda mungkin memperkenalkan sintaks kesalahan dalam mengedit wp-config.php.
1. Download wp-config.php (if you don't have shell access). Download wp-config.php (jika Anda tidak memiliki shell akses).
2. Open it in your favorite text editor . Buka favorit Anda dalam editor teks.
3. Check that the first line contains nothing but 4. Check that the last line contains nothing but ?> , and that there is no text after it (not even whitespace). Pastikan baris terakhir berisi hanya?>, Dan bahwa tidak ada teks setelah itu (bahkan tidak spasi).
5. If your text editor saves as Unicode, make sure it adds no byte order mark (BOM) . Jika Anda menyimpan sebagai editor teks Unicode, memastikan agar tidak menambah urutan byte tandai (BOM). Most Unicode-enabled text editors do not inform the user whether it adds a BOM to files; if so, try using a different text editor. Kebanyakan Unicode-enabled teks editor tidak menginformasikan pengguna apakah BOM untuk menambahkan sebuah file, jika demikian, coba gunakan editor teks yang berbeda.
6. Save the file, upload it again if necessary, and reload the page in your browser. Simpan file, meng-upload lagi jika diperlukan, dan mengambil kembali halaman dalam browser Anda.
My page comes out gibberish. Saya keluar halaman cara bicara. When I look at the source I see a lot of " " tags. Ketika saya melihat sumber saya lihat banyak "" Tag.
If the tags are being sent to the browser, it means your PHP is not working properly. Jika Tag sedang dikirim ke browser, berarti Anda PHP tidak berfungsi sebagaimana mestinya. All PHP code is supposed to be executed before the server sends the resulting HTML to your web browser. Semua adalah kode PHP yang harus dijalankan sebelum server akan mengirimkan hasil HTML ke web browser Anda. (That's why it's called a pre processor.) Make sure your web server meets the requirements to run WordPress, that PHP is installed and configured properly, or contact your hosting provider or system administrator for assistance. (Oleh sebab itulah disebut pra prosesor.) Pastikan Anda web server memenuhi persyaratan untuk menjalankan WordPress, PHP yang terinstal dan dikonfigurasi dengan benar, atau hubungi hosting selular atau sistem administrator Anda untuk bantuan.
I keep getting an Error connecting to database message but I'm sure my configuration is correct. Saya tetap memperoleh Kesalahan koneksi ke database pesan tetapi saya yakin saya konfigurasi sudah benar.
Try resetting your MySQL password manually. Coba ulang MySQL sandi Anda secara manual. If you have access to MySQL via shell, try issuing: Jika Anda memiliki akses ke MySQL melalui shell, coba penerbitan:
SET PASSWORD FOR ' wordpressusername '@' hostname ' = OLD_PASSWORD(' password '); SET SANDI UNTUK 'wordpressusername' @ 'hostname' = OLD_PASSWORD ( 'password');
If you are using a version of MySQL prior to 4.1, use PASSWORD instead of OLD_PASSWORD . Jika Anda menggunakan versi MySQL sebelum ke 4.1, menggunakan SANDI bukan OLD_PASSWORD. If you do not have shell access, you should be able to simply enter the above into an SQL query in phpMyAdmin. Jika Anda tidak memiliki akses shell, Anda harus dapat cukup masukkan ke dalam SQL di atas permintaan pada phpMyAdmin. Failing that, you may need to use your host's control panel to reset the password for your database user. Kegagalan itu, Anda mungkin harus menggunakan host panel kontrol untuk me-reset password untuk pengguna database anda.
My image/MP3 uploads aren't working. Upload image/MP3 saya tidak bekerja.
If you use the Rich Text Editor on a blog that's installed in a subdirectory, and drag a newly uploaded image into the editor field, the image may vanish a couple seconds later. Jika Anda menggunakan Rich Text Editor pada sebuah blog yang diinstal pada sebuah subdirektori, dan tarik baru-upload foto ke dalam editor lapangan, gambar mungkin lenyap beberapa detik kemudian. This is due to a problem with TinyMCE (the rich text editor) not getting enough information during the drag operation to construct the path to the image or other file correctly. Hal ini disebabkan oleh masalah dengan TinyMCE (editor teks kaya) tidak cukup mendapatkan informasi selama operasi tarik untuk membangun path ke gambar atau file lain dengan benar. The solution is to NOT drag uploaded images into the editor. Solusinya adalah dengan TIDAK tarik-upload foto ke dalam editor. Instead, click and hold on the image and select "Send to Editor." Sebaliknya, terus klik pada gambar dan pilih "Kirim ke Editor."
Diposting oleh
blogs arina
di
22.35
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono