Sudah menjadi rahasia umum bahwa sistem operasi Windows memiliki banyak kelemahan, terutama jika dihubungkan ke jaringan Internet. Artikel ini membahas hal yang dapat anda lakukan untuk menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, yaitu dengan menggunakan Linux sebagai benteng bagi sistem operasi Windows anda. Tentunya tidak semua permasalahan pada Windows dapat diselesaikan oleh solusi pada artikel ini, namun setidaknya dapat memberikan gambaran bagaimana beberapa dari masalah tersebut dapat dicegah.
Firewall di Linux
Linux memiliki fasilitas firewall di kernelnya. Hampir semua distribusi Linux mengkonfigurasikan kernelnya dengan fasilitas firewall. Firewall di Linux dikonfigurasi dengan menggunakan program ‘ipchains’ pada kernel 2.2, ‘ipfwadm’ pada kernel versi 2.0, dan ‘ipnatctl’ serta ‘iptables’ untuk kernel versi 2.3/2.4. Artikel ini akan menggunakan ‘ipchains’ karena kebanyakan distribusi Linux saat ini menggunakan kernel versi 2.2 dan kernel versi 2.4 belum dirilis pada saat artikel ini dibuat.
Ipchains berguna untuk memodifikasi tabel firewall di dalam kernel Linux. Kernel Linux kemudian akan menggunakan tabel tersebut sebagai instruksi untuk melakukan sesuatu terhadap paket TCP/IP yang masuk melalui komputer Linux yang bersangkutan.
Ada tiga macam firewall yang dapat dimodifikasi: input (menyatakan paket yang memasuki sistem Linux anda), output (menyatakan paket yang keluar dari Linux anda), dan forward (menyatakan paket yang melalui Linux anda).
Contoh:
* ipchains -A input -p tcp –dport 21 -j REJECT, akan memblokir koneksi ke port 21 (ftp)
* ipchains -A output -d 199.95.207.0/24 -j REJECT, akan memblokir koneksi ke doubleclick.net dari sistem Linux anda.
* ipchains -F, ini akan menghapus seluruh aturan firewall yang telah ada sebelumnya, sebaiknya anda jalankan perintah ini sebelum mendefinisikan aturan-aturan firewall anda.
Ipchains adalah program yang cukup kompleks, jika anda ingin mendalaminya, bacalah IPCHAINS-HOWTO atau man page dari ipchains.
Melindungi Windows dari Serangan dari Internet
Versi-versi awal dari Microsoft Windows memiliki banyak kelemahan di subsistem TCP/IP-nya. Beberapa dari kelemahan-kelemahan ini telah diperbaiki di versi-versi berikutnya, namun Windows masih saja terlalu mudah untuk dibuat bertekuk lutut. Berapa kali anda mengalami kejadian komputer Windows anda tiba-tiba menjadi ‘biru-biru’ ketika anda terhubung ke Internet? Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan dari sistem TCP/IP milik Windows adalah dengan menggunakan firewall Linux sebagai penghubung ke Internet.
Jika komputer Windows anda digunakan sebagai client, cara terbaik untuk melindunginya adalah dengan tidak menghubungkannya secara langsung ke Internet. Anda dapat menggunakan fasilitas IP-Masquerading/NAT pada Linux, dan menempatkan komputer Windows anda di jaringan internal (dengan IP internal). Komputer Windows anda tidak akan bisa diakses dari Internet dan komputer Windows anda dapet mengakses Internet secara tidak langsung melalui gateway Linux anda. Hampir semua aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan Internet dapat dilakukan dengan konfigurasi seperti ini. Untuk melakukan hal ini gunakan perintah seperti ini:
ipchains -A forward -s 192.168.0.0/255.255.255.0 -d 0.0.0.0/0 -j MASQ
perintah tersebut akan melakukan masquerade paket yang datang dari jaringan internal 192.168.0.0/255.255.255.0 ke Internet. Perintah tersebut hanya berlaku jika gateway Linux anda memiliki dua buah interface jaringan, satu menuju jaringan internal anda (umumnya adalah ethernet), dan satu lagi menuju Internet (umumnya adalah link PPP dial-up atau dedicated). Lihatlah IP-Masquerading HOWTO untuk penjelasan lebih lanjut.
Jika anda menggunakan Windows NT sebagai server, mungkin kasusnya akan lebih rumit. Anda tetap dapat menempatkan Linux box sebagai penghubung ke Internet. Alternatif pertama adalah dengan menggunakan Linux sebagai packet filtering firewall. Yang anda perlu lakukan adalah memblokir paket yang dapat mengkanvaskan sistem Windows anda.
ipchains -A forward -s 0.0.0.0/0 -d 192.168.0.0/24 -p icmp -j DENY
akan memblokir paket ICMP yang menuju alamat network 192.168.0.0/24 (jaringan Windows anda), termasuk paket ping-of-death. Namun aturan ini tidak disarankan karena paket ICMP diperlukan untuk keperluan lain yang penting, jadi sebaiknya yang anda lakukan adalah memperbaiki sistem Windows anda.
Serangan teardrop, bonk dan fragment bomb dapat dicegah dengan mengcompile kernel Linux anda dengan pilihan IP: always defragment.
Terkadang SMB server (server yang menangani Microsoft Networking) pada Windows anda tidak dalam keadaan aman. Hal ini dapat dicegah dengan memblokir port 137, 138 dan 139 dengan cara:
ipchains -A forward -s 0.0.0.0/0 -d 192.168.0.0/24 -p tcp --dport 137:139 -j REJECT
Namun cara terbaik untuk melindungi Windows adalah dengan memfilter seluruh paket kecuali paket yang diperlukan saja, misalnya jika Windows NT anda berfungsi sebagai web server, anda cukup mengizinkan paket TCP ke port 80 untuk lewat:
ipchains -P forward DENY
ipchains -A forward -s 0.0.0.0/0 -d 192.168.0.0/24 -p tcp --dport 80 -j ALLOW
Perkembangan lebih lanjut dari Linux bahkan mengizinkan server Windows untuk ditempatkan di jaringan internal, jadi tidak secara langsung berhubungan dengan Internet. Fasilitas ini (RNAT, reverse network address translation) masih dalam tahap pengembangan pada kernel 2.3, lihatlah situs http://www.samba.org/netfilter/ untuk informasi mengenai fasilitas netfilter pada kernel 2.3/2.4. Jika anda menggunakan kernel 2.0/2.2, lihatlah situs http://www.suse.de/~mha/HyperNews/get/linux-ip-nat.html untuk informasi lebih lanjut. Hal inilah yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum pada Pemilihan Umum yang lalu. Mereka menggunakan Windows NT dan IIS sebagai web server yang ditempatkan di belakang gateway Linux yang berfungsi sebagai firewall RNAT. Dengan demikian server Windows NT akan lebih aman karena tidak perlu berhadapan secara langsung dengan rimba belantara Internet.
Melindungi Windows dari Virus dan Serangan Melalui Email
Cara terbaik untuk membasmi nyamuk demam berdarah adalah bukan dengan membunuh nyamuknya, namun dengan membasmi sarangnya. Namun hal tersebut terkadang tidak praktis atau bahkan tidak mungkin dilakukan. Sama saja dengan di dunia komputer, sistem operasi Windows masih sangat dibutuhkan, dan banyak pekerjaan kita masih sangat tergantung pada Microsoft Windows.
Sebaliknya Linux adalah sistem operasi yang relatif aman terhadap virus. Linux memiliki konsep sekuriti yang mencegah virus dapat berkembang biak dengan leluasa seperti halnya pada Windows95/98. Sebuah proses yang dimiliki oleh user biasa tidak diberi hak untuk memodifikasi sistem, jadi virus di Linux, kalaupun ada, tidak akan menyebabkan kerusakan pada sistem anda, dan tidak akan mudah menyebar ke user lainnya. Sekarang anda tahu mengapa sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan account root secara terus menerus.
Lalu mengapa jika Linux sedemikian aman terhadap virus, namun banyak pihak-pihak yang membuat software antivirus untuk Linux? Salah satu cara penyebaran virus adalah melalui email. Cara paling efisien untuk menangani virus yang melalui email yaitu dengan memasang pendeteksi virus di server email. AMaVis (http://aachalon.de/AMaViS/) adalah software untuk mendeteksi virus pada attachment email (tentunya virus pada platform Windows, bukan Linux) yang datang ke server mail berbasis Linux. AMaVis membutuhkan pendeteksi virus untuk operasionalnya.
Beberapa antivirus yang dapat digunakan di Linux adalah:
* McAfee Antivirus (ftp://ftp.mcafee.com/pub/antivirus/unix/)
* AntiVir/X (http://hbedv.de)
* Sophos AntiVirus (http://www.sophos.com/downloads/full/)
* AntiViral Toolkit Pro (http://www.kasperskylab.ru/eng/news/default.html)
Selain itu, program client email juga masih banyak yang memiliki bug dalam membaca email, sehingga seorang cracker dapat membuat email yang dibuat dengan tujuan untuk menjalankan program di komputer client. Versi terbaru dari program client email sudah tidak memiliki masalah ini, namun tentunya masih banyak program email yang belum diupgrade ke versi terbaru. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan memfilter email-email tersebut yang mungkin membahayakan sistem komputer anda. Lihatlah dokumen di http://www.wolfenet.com/~jhardin/procmail-security.html untuk penjelasan lebih lanjut.
Melindungi Windows dari Trojan Horses
Windows pun dikenal rentan terhadap trojan horses seperti NetBus dan BackOrifice. Ada berbagai macam cara untuk menjalankan program apa saja di dalam Windows yang dikehendaki oleh oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Untuk melindungi komputer Windows anda yang terhubung ke Internet, anda perlu mem-filter paket-paket tertentu. Namun tentunya hal ini tidak berlaku untuk penyerang yang berasal dari dalam jaringan anda.
Untuk memblokir BackOrifice:
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/24 -d 0.0.0.0/0 31337 -j REJECT
Untuk memblokir NetBus dan NetBus Pro:
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/24 -d 0.0.0.0/0 12345:12346 -j REJECT
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/32 -d 0.0.0.0/0 20034 -j REJECT
Untuk memblokir WinCrash:
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/24 -d 0.0.0.0/0 5742 -j REJECT
Untuk memblokir Socket de Troye:
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/24 -d 0.0.0.0/0 30303 -j REJECT
Untuk memblokir Master’s Paradise:
ipchains -A output -p udp -s 192.168.0.0/24 -d 0.0.0.0/0 40421 -j REJECT
Semua contoh di atas mengasumsikan jaringan anda adalah 192.168.0.0/24
Mencari Kelemahan Sistem Windows Anda
Salah satu cara untuk menganalisa keamanan rumah anda adalah dengan berpura-pura menjadi pencuri. Hal yang sama berlaku di dunia komputer. Setelah anda selesai menset sistem keamanan jaringan anda, anda dapat melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh seorang cracker.
Anda dapat melakukan portscanning ke host yang ingin anda amankan untuk mengetahui layanan apa saja yang terdapat pada host tersebut. Program portscanner yang populer adalah nmap, dapat didapatkan di http://www.insecure.org/nmap/index.html.
Anda juga dapat mendeteksi kelemahan-kelemahan sistem pada tingkat protokol dengan program seperti saint atau nessus. Saint dapat didapatkan di http://www.wwdsi.com/saint/. Nessus dapat didapatkan di http://www.nessus.org/. Tentunya anda tidak ingin melakukan hal ini pada saat komputer Windows anda sedang dipakai kerja, karena bisa mengakibatkan Windows anda crash.
Melindungi Firewall Linux Anda
Semua yang anda lakukan di atas tidak akan berguna jika komputer Linux anda tidak aman. Seorang cracker akan berusaha untuk menjebol firewall Linux anda setelah mengetahui bahwa seluruh sistem anda dilindungi oleh firewall. Sebagaimana software pada umumnya, Linux pun memiliki bug atau kesalahan-kesalahan pemrograman lainnya. Kelebihan Linux dan software bebas (free software) dibandingkan dengan software tertutup (closed software) adalah kesalahan-kesalahan pemgrograman (bug) lebih cepat diperbaiki dan perbaikannya jauh lebih cepat sampai ke pengguna. Ada banyak kasus bug di kernel Linux yang diperbaiki hanya dalam hitungan jam, sedangkan vendor komersil membutuhkan berhari-hari dan bahkan lebih dari satu bulan untuk memperbaikinya. Tempat terbaik untuk mendapatkan informasi mengenai bug-bug tersebut beserta perbaikannya adalah di situs web distribusi yang anda pakai. Hampir semua vendor distribusi Linux terkemuka memiliki halaman khusus yang membahas masalah keamanan pada produknya. Beberapa di antaranya juga memiliki mailing-list khusus untuk mengumumkan masalah keamanan, sehingga anda tidak perlu repot-repot melihat situs web vendor distribusi setiap hari. Linuxtoday juga memiliki bagian khusus yang mengumumkan masalah sekuriti Linux pada umumnya di http://security.linuxtoday.com. Situs ini membahas secara umum dan tidak spesifik distribusi tertentu.
Jika anda adalah seseorang yang paranoid dan memiliki ruang harddisk yang cukup banyak, anda dapat melakukan logging terhadap paket-paket yang melalui firewall anda. Pada setiap perintah ipchains di atas dapat anda tambahkan parameter “-l” untuk menjalankan logging. Setiap paket yang cocok akan dicatat melalui fasilitas syslog. Pada kebanyakan distribusi, hasilnya akan dicatat pada file /var/log/messages atau /var/adm/messages. Yang perlu anda pikirkan adalah ruang harddisk anda dan paket apa saja yang ingin anda catat. Kesalahan membuat pencatatan ini dapat membuat harddisk anda terisi penuh dengan cepat, terutama pada firewall yang sibuk.
Yang akan dilakukan oleh seorang cracker pertama kali sebelum menjebol sistem anda adalah melakukan portscan terhadap firewall anda. Ada beberapa software yang dapat anda gunakan untuk mendeteksi portscan ini. Beberapa di antaranya bahkan melakukan pencegahan usaha cracking lebih lanjut dengan memblokir komunikasi dengan host cracker yang bersangkutan
DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF):
1. melindungi_windows1.doc
DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG:
1. Acrobat PDF Reader
ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:
1. Membuat Folder Super Hidden
2. Gambaran Tentang Interoperasi Linux dan Windows
3. Di Desktop Linux Namanya Apa Nih ?
4. Samba, Sharing File/Printer Linux dan Windows
5. Lindungi Data Penting Anda !
6. Integrasi Linux - Windows, Mungkinkah ?
7. Padanan Aplikasi dan Server Windows di Linux
8. Antara Windows dan Linux
9. Teknik Install dan Uninstall Program di Mandrake Linux
10. Panduan Instalasi Linux Redhat 9
Rabu, 07 Januari 2009
Melindungi Windows dan Linux dari virus
Diposting oleh
blogs arina
di
20.48
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Kelemahan dan Kelebihan Windows dengan OS yang lainnya
SISTEM OPERASI, PROGRAM
BANTU, DAN BAHASA PEMROGRAMAN
Sistem Operasi
1.Windows
1.Keungulan Windows
Seperti yang telah disebutkan, Windows adalah sistem operasi yang user-friendly.
Tampilannya begitu bersahabat bagi para pengguna. Selain itu, dukungan hardware yang
lengkap, banyaknya aplikasi yang diperuntukkan bagi platform Windows semakin melengkapi nilai tambahnya.
MacOS pernah mengadakan kerjasama dengan virus trojan, Windows XP memiliki catatan sebagai pelaku pengungkap data, Windows Vista sebagai pemasok POPUP dan Linux yang sangat fanatik input prompt.
Gambar :
2.Kekurangan Windows
Windows juga memiliki sisi kurang yang cukup mencolok. Sistem operasi
ini adalah sistem operasi yang rentan akan penyakit. Windows mudah
sekali tertular virus. Namun, masalah ini dapat diatasi dengan adanya
vendor-vendor software
yang merilis antivirus bagi Windows. Sebut saja Norton dan AVG. Meski
demikian, perkembangan virus komputer terus berlanjut layaknya
virus-virus di dunia nyata. Mereka semakin banyak dan ganas. Siap kapan
saja menginfeksi komputer Windows.
Terlepas dari sisi teknis, harga lisensi Windows juga terbilang sulit
dijangkau oleh masyarakat Indonesia kebanyakan. Versi bajakan memang
murah, tetapi itu bukanlah pilihan bijak. Dengan membeli versi bajakan,
sama saja kita telah mendanai para kriminal tersebut mengembangkan
usaha mereka. Dan kita telah menjadi sponsor setia dalam melanggengkan
tindak tanduk mereka.
Windows telah ada semenjak 80-an. Ketika itu, OS ini berpenampilan
minimalis dan berkesan kartunis. Tidak ada efek tiga dimensi dan
resolusi gambar yang terlalu rendah. Namun, sebagai sistem operasi yang
user-friendly,
membawanya sebagai sistem operasi yang banyak diminati oleh orang.
Jenis-jenis Windows sendiri antara lain Windows 95, Windows 98, Windows
2000, Windows Me, Windows NT, Windows XP, dan Windows Vista.
Windows mendukung sistem berkas partisi dengan format FAT, FAT16,
FAT32, NTFS, juga iso9660.
2.Linux
1.Kelebihan Linux
Sistem operasi ini adalah sistem operasi yang tahan virus. Virus-virus
yang menyerang Windows tidak akan berkutik apabila terdampar di sistem
Linux. Linux juga stabil, sehingga menjadi platform mayoritas
bagi server
internet, hingga industri perfilman Hollywood. Beberapa film seperti The Lord Of The Ring,
hingga Harry Potter
menggunakan bantuan Linux dalam proses produksinya. Linux juga
dikembangkan bagi platform
yang tidak wajar, seperti pada PlayStation 2, X-Box, iPod, dan Nintendo
DS.
Linux juga multipengguna (multiuser)
dan multitugas (multitasking).
Anda dapat memasuki sistem dengan banyak user sekaligus dan
menjalankan banyak tugas sekaligus. Linux adalah sistem operasi yang
sejak lahir murni multiuser
dan multitasking.
2.Kekurangan Linux
Beberapa kekurangan Linux yang paling dirasa adalah masih belum
banyaknya game-game
besar yang bersedia dijalankan pada platform Linux.
Orang-orang sepertinya juga alergi terhadap sistem operasi ini karena
masih berpikir Linux adalah sistem operasi yang sulit, tidak mempunyai
tampilan grafis, dan tidak gaul. Belum lagi, beberapa hardware yang
sepertinya sulit untuk menyediakan driver
untuk Linux. Tentunya, ini menjadi tugas berat bagi para pengembang
kernel Linux, agar sistem operasi ini dapat berjalan dengan fleksibel
(seperti yang telah terjadi sekarang ini).
Inilah sistem operasi yang telah mengikrarkan dirinya sebagai milik
semua orang. Dan akan menjadi sistem operasi utama untuk contoh
materi-materi dalam buku ini.
Dirilis di bawah bendera GPL, Linux melesat sebagai sistem operasi
dengan varian mencapai lebih dari seratus jenis.
Linux sendiri mulanya sebuah kernel yang ditulis oleh Linus Torvalds,
dirilis tahun 1991. Dan terus berkembang hingga kini.
Banyak yang menganggap bahwa Linux adalah sistem operasi yang sulit
untuk digunakan. Hanya cocok bagi para programer dan profesional
komputer.
Itu mungkin adalah gambaran Linux sepuluh atau belasan tahun lalu.
Banyak distribusi Linux (sering disebut distro) bagi pengguna biasa
yang telah beredar. Dan anggapan bahwa Linux adalah sistem operasi
tanpa grafis tidaklah benar. Bahkan, Linux memiliki banyak tampilan,
mulai dari yang paling primitif (tanpa taskbar maupun panel, hanya
desktop), hingga penuh ornamen.
Linux memiliki banyak varian. Varian utamanya adalah Red Hat, Debian,
dan Slackware. Varian-varian ini telah melahirkan banyak turunan,
hingga cucu dan cicit.
Linux mendukung banyak sistem berkas partisi. Antaranya adalah sistem
berkas milik Windows. Tetapi, sistem berkas milik Linux sendiri
antaranya Ext2, Ext3, dan Swap. Linux mewarisi tingkat keamanan UNIX.
Setiap pengguna memiliki akun sendiri. Pengguna biasa tidak
diperkenankan menerobos file atau folder user lain serta
merubah sistem jika tidak memiliki izin atau hak akses. Hanya
administrator dengan akun root yang mendapat kekuasaan penuh.
GNU/Linux bersifat FOSS (Free/Open
Source Software). Ia bebas diubah dan didistribusikan.
Banyak distro Linux bahkan dibuat oleh anak negeri. Sebagai contoh
adalah Kuliax, Zencafe, Pinux, BlankOn, dan IGOS Nusantara.
Telah disinggung sedikit pada bab sebelumnya. Sistem operasi adalah
piranti lunak komputer yang bertugas sebagai alokator sumber daya yang
ada pada komputer, sehingga dapat dipakai seefisien mungkin, guna
menunjang kinerja komputer itu sendiri.
Selain sebagai alokator atau manejer, sistem operasi turut pula
bertugas sebagai jembatan atau gerbang bagi komunikasi antara hardware dan software aplikasi,
atau hardware
ke user.
Contoh sistem operasi antara lain Windows, Solaris, Macintosh, UNIX,
dan Linux. Dua di antaranya adalah sistem operasi yang cukup populer di
Indonesia.
#
Program Bantu
Perangkat lunak ini hadir untuk membantu sistem operasi dalam beberapa
tugas perawatan, pemeriksaan, atau melengkapi fungsi-fungsi yang
kurang. Berbagai software pengecekan serta antivirus termasuk dalam
program bantu. Beberapa contoh program bantu antara lain ClamAV
(antivirus di Linux), find (program pencari berkas berbasis TUI), dan
Gparted (software pemartisi
hard disk).
#
Bahasa Pemrograman
1. Bahasa tingkat rendah, adalah bahasa yang hanya
dimengerti oleh
mesin. Bahasa ini berubah bilangan biner yang terdiri dari angka 0 dan
1.
2. Bahasa tingkat menengah, adalah bahasa yang sudah bisa
dimengerti
oleh manusia. Namun karena kosakata yang dipakai adalah kosakata hasil
singkatan, masih cukup sulit untuk dipakai oleh pengguna awam. Contoh
peranti bahasa pemrograman tingkat menengah ini adalah bahasa Assembler
dan bahasa FORTRAN.
3. Bahasa tingkat tinggi, adalah bahasa pemrograman yang
lebih mudah
dari bahasa pemrograman tingkat menengah, karena kosakata yang dipakai
bukan kosakata hasil penyingkatan atau pemotongan, seperti BASIC,
COBOL, dan Pascal.
Bahasa pemrograman memuat berbagai kosakata sesuai aturan yang
sebelumnya telah ditetapkan. Berbeda bahasa pemrograman, maka berbeda
pula aturan yang dimiliki. Namun intinya, bahasa pemrograman ini
berguna dalam menerjemahkan perintah-perintah atau instruksi ke dalam
bahasa yang dimengerti oleh mesin.
Bahasa pemrograman terbagi dalam tiga tingkat kesukaran.
Di zona keamanan berinternet, ternyata windows XP dan Vista menjadi sasaran utama serangan para hacker dunia, namun walaupun demikian XP dan Vista ternyata mampu membendung serangan tersebut dengan baik lewat firewall yang otomatis berjalan ketika mulai dijalankan. Namun ternyata para hacker tidak kalah ide, mereka menyerang lewat celah Internet Explorer 7 yang memang telah terbukti memiliki banyak kelemahan, walaupun Windows senantiasa menutupi celah-celah keamanan tersebut lewat update yang tiap 18 hari namun keadaan ini cukup membahayakan. Untuk mengatasinya, warga dunia disarankan untuk senantiasa mengupdate internet explorer atau memakai browser yang terbukti lebih aman yakni: Safari dan Firefox. Akibat serangan ini, di zona keamanan berinternet, windows XP harus merelakan 2 istana yang dijaganya terebut oleh para hacker, sedangkan windows Vista dengan penjagaan pintu gerbang yang ketat hanya kehilangan 1 istana di zona ini. Linux dan MacOS di zona ini boleh agak berlega hati karena tidak begitu dilirik untuk diserang oleh para hacker sehingga kelima istana yang mereka jaga tetap aman. Di zona ini Linux dan MacOS unggul.
Peperangan di zona keamanan PC, mengungkap banyak fakta akan kelemahan beberapa pasukan Sistem Operasi. Pasukan Windows XP, Vista dan Linux Ubuntu ternyata lemah terhadap penjagaan pintu login berpassword. Hanya dengan sebuah CD darurat, password pintu login WIndows XP, Vista dan Linux dapat dibobol. Begitu juga pasukan MacOS ternyata lemah pada masalah ini, hanya cukup dengan menekan kombinasi tombol [Apple] + [S] pada saat boot , data pada PC dapat diakses oleh setiap orang. Hal ini menyebabkan masing-masing pasukan kehilangan 1 istana. Istana yang lain, di wilayah enkripsi data keempat pasukan Sistem Operasi ternyata memiliki sistem enkripsi folder yang mudah dioperasikan. MacOS menggunakan FileVault, Linux dengan TrusCrypt dan Windows XP/Vista dengan sistem Encrypted File System (EFS). Namun dari semua itu ternyata Windows Vista lebih unggul karena dapat melindungi lebih baik, dimana seluruh harddisk dapat dienkripsi hanya dengan beberapa kali klik. Vista berhasil mempertahankan istananya sedangkan yang lain harus kehilangan istana setelah pertempuran yang sangat hebat dalam waktu yang lama. Selanjutnya, di istana terjadinya backup data pertempuran juga tidak kalah sengit. MacOS unggul dalam wilayah ini dengan sistem Time Machine nya. Windows XP melakukan backup dengan 2 tahap lewat System Restore, namun Windows Vista yang juga memiliki system restore dengan tambahan Salinan Data Bayangan seharusnya mampu lebih baik namun karena salah satu anggota pasukannya yakni Windows Vista versi Home tidak dilengkapi dengan layanan ini, mengakibatkan windows Vista harus rela kehilangan istana backup. Pasukan Linux justru lebih parah lagi, dengan sistem backup gratisan yang terlalu banyak dan tidak jelas mengakibatkan Pasukan ini lemah dan juga harus kehilangan istananya. Di zona keamanan PC ini MacOS dan XP unggul.
Di Zona Pengoperasian, terdapat 3 istana yang harus dijaga yakni Pencarian File, Instalasi Software dan File-Manager. Pada pencarian File, windows XP ternyata tidak tampil mengesankan. MacOS dengan sistem pencarian Spotlight terbukti mampu melakukan pencarian file secara kilat yang juga ditiru oleh Linux dan Windows Vista. Sedangkan untuk kemampuan seperti itu, windows XP harus memiliki tools tambahan. Dalam instalasi software, kecanggihan windows xp dan vista dalam menginstal sebuah software yang didownload ataupun dibeli serta murahnya biaya yang dikeluarkan untuk menginstal program gratis lewat Packet Manager yang dimiliki Linux, ternyata tak mampu menandingi kehebatan instalasi tradisional di MacOS. Lho kok instalasi tradisional lebih hebat dari yang canggih? Yup.. instalasi tradisional MacOS dimana kita harus mengekstrak paket-paket software dana bentuk Zip lalu meletakkannya di dalam menu ternyata memiliki kelebihan pada saat kita membuang software. Di MacOS, kita tidak memerlukan uninstaller dan jika kita membuang program hanya cukup dengan menghapus foldernya saja tanpa kuatir akan ada sisa pada sistem registry. Di istana pengelolaan File Manager, windows XP tampil buruk karena tidak mampu menampilkan preview isi file seperti halnya yang terdapat pada Windows Vista, Linux dan MacOs. Di zona pengoperasian ini windows XP harus menjadi pecundang.
Di zona terakhir yakni Zona Driver (bukan sopir lho.. melainkan software pengenal hardware), pasukan dari kubu windows menunjukkan kemampuannya dalam membaca lebih hardware. Windows XP mampu membaca 10.000 hardware sedangkan windows Vista dua kali lebih banyak. Walaupun Linux dikembangkan oleh banyak orang, namun ternyata lemah dalam masalah Driver ini karena driver yang tersedia tidak menyeluruh. Sedangkan MacOS justru memiliki sedikit driver karena lebih menyerahkan masalah driver ini kepada pengembang komersil dengan filosofi bahwa Is Okay mengeluarkan uang lebih banyak asalkan dapat berfungsi tanpa masalah.
Dari peperangan di atas dapat kita sumpulkan bahwa MacOS merupakan pasukan terbaik pertama dengan desain yang elegan dan sistem yang aman namun memiliki kelemahan pada pilihan hardware dan softwarenya. Di tempat kedua diduduki oleh Windows Vista dengan keamanan yang lebih baik walaupun kita harus membeli ulang banyak software jika ingin optimal. Linux menduduki posisi ketiga karena tingkat keamanannya yang tinggi namun berhubung banyaknya pengembang sistem operasi ini mengakibatkan penggunaannya masih terlalu rumit. Windows XP harus rela menduduki posisi terakhir, karena walaupun dengan service pack 2, windows XP masih belum sepenuhnya aman.
Diposting oleh
blogs arina
di
20.34
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Kelemahan dan Kelebihan Windows dengan OS yang lain
Kelebihan Windows
* User friendly dibandingkan dengan sistem operasi yang lain
* Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain
* Banyak software berbasis Windows
* Dukungan driver yang lebih banyak
Banyak orang pakai Windows sehingga banyak perusahan membuat aplikasinya menggunakan dasar Windows. Ada beberapa aplikasi yang hanya ada di Windows dan tidak di OS yang lainnya. Bahkan beberapa aplikasi vital dunia kerja.
Karena systemnya sudah dishare untuk bisa dikembangkan (bukan di open lho), maka semakin mudah siapa saja membuat software untuk dijalankan di Mircosoft Windows. Terutama dunia usaha yang membutuhkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Perkembangan paling cepat dibanding software lainnya karena banyak perusahaan software yang konsisten menciptakan kemajuan pada sistem operasi Windows.
Banyak gratisan GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows.
Kalau ada masalah mudah menyelesaikannya sebab hampir semua orang bisa, dan mencari ahlinya juga tidak sulit disekitar kita.
Kelebihan yang lain... duitnya banyak. Kalau duitnya banyak mau apa saja lebih unggul dari lainnya.
Kekurangan Windows
* Harga licensi mahal
* Komunitas terlalu sedikit, karena bersifat closed-source
* Banyaknya virus yang sering menyerang Windows
* Sistem keamanan yang masih dibilang kurang
* Sistem yang kurang stabil
Banyak orang tahu bahasa pemrogamannya dan banyak orang pakai karena itu banyak juga yang buat virus untuk Windows dibanding yang lainnya (lebih cepat beken dan tersebar tentunya).
Karena semua orang atau software bisa utak-utik system Windows karena itu sering kali jadi ngadat dan ngaco.
Ada banyak versi sehingga kalau mau yang powerfull harus bayar lebih mahal.
Ringkih... jadi kalau dipakai setahun, udah pasti anda harus membeli CPU baru demi performa karena OS anda sudah gak bisa dirapikan lagi.... kaya orang sudah jeroannya banyak lemaknya.
Diposting oleh
blogs arina
di
20.28
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Media penyimpanan pada Flashdisk
USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte.
USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.
USB Flash Drive dalam Windows
Sistem operasi Microsoft Windows mengimplementasikan USB flash drive sebagai USB Mass Storage Device, dan menggunakan device driver usbstor.sys. Karena memang Windows memiliki fitur auto-mounting, dan USB flash drive merupakan sebuah perangkat plug and play, Windows akan mencoba menjalankannya sebisa mungkin sesaat perangkat tersebut dicolokkan ke dalam soket USB. Windows XP dan yang sesudahnya bahkan memiliki fitur Autoplay, yang mengizinkan flash drive tersebut diakses secara keseluruhan untuk menentukan apa isi dari USB flash drive tersebut.
Akhir-akhir ini, banyak virus komputer lokal seperti halnya Brontok/RontokBro, PendekarBlank, dan virus lokal lainnya menggunakan USB flash drive sebagai media transmisi virus dari satu inang ke inang lainnya, menggantikan disket. Virus-virus yang sebagian besar berjalan di atas Windows tersebut akan semakin cepat beredar ketika memang Windows mengakses drive teserbut menggunakan fitur autoplay yang dimiliki oleh Windows. Karenanya, ada baiknya untuk menonaktifkan fitur autoplay, meski hal ini kurang begitu membantu mencegah penyebaran virus.
Diposting oleh
blogs arina
di
20.27
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Media penyimpanan pada Harddisk

Rahasia Dibalik Kepingan Hard Disk Dan Komponen Penyusunnya
A. jenis - Jenis Hard Disk
Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu piringan magnetik, bagian mekanis, serta head untuk membaca data. Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.
Jenis hard disk bermacam-macam, tergantung pada kategori yang digunakan. Misalnya, berdasarkan jenis interface-nya, tingkat kecepatan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data.
Jenis interface yang terdapat pada hard disk bermacam-macam, yaitu ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.
Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI. Hard disk SCSI biasanya banyak digunakan pada server, workstation, dan komputer Apple Macintosh mulai pertengahan tahun 1990-an hingga sekarang. Sedangkan hard disk yang banyak digunakan pada komputer personal (PC) adalah jenis SATA.
ATA
AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghubungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.
ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.
Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.
Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.
SATA
SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.
Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di lingkungan multitask.
Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive menggunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.
Beberapa fitur SATA adalah:
* SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
* SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
* Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.
Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.
SCSI
SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.
Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa diterapkan di semua tipe hardware.
Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.
Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.
Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.
B. Kapasitas Hard Disk
Kapasitas hard disk merupakan hal penting bagi pengguna komputer terutama bagi para pengguna komputer yang banyak menggunakan berbagai aplikasi 'berat'. Aplikasi semisal desain grafis dan animasi, membutuhan banyak ruang hard disk guna menyimpan file pekerjaannya.
Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat beragam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer.
Peningkatan kapasitas hard disk yang sangat cepat menyebabkan harga per MB menjadi sangat murah. Hal ini memungkinkan para pembuat software dan sistem operasi membuat perangkat yang lebih canggih.
Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan meningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.
Kerapatan di area platter ditentukan oleh 2 faktor, yakni kerapatan perekaman (recording density) dan kerapatan track (track density). Kerapatan track mengatur jumlah track yang bisa dipaketkan dalam satu area sementara kerapatan perekaman mengukur jumlah data yang bisa disimpan dalam satu area fisik tertentu.
Pabrikan hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.
C. Karakteristik Hard Disk
Masing-masing hard disk memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini meliputi ukuran fisik hard disk, daya simpan, tingkat konsumsi daya, tingkat transfer rate, dan sebagainya.
Kapasitas hard disk saat ini biasanya dinyatakan dalam satuan Gigabytes. Pada beberapa jenis hard disk model lama, masih menggunakan satuan Megabytes.
Ukuran fisik hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan inchi. Hard disk yang ada saat ini umumnya memiliki ukuran 3.5” atau 2.5” yang digunakan pada komputer dekstop dan laptop. Hard disk dengan ukuran 2.5” memiliki kecepatan dan daya simpan yang lebih rendah, namun lebih ekonomis dalam hal konsumsi daya listrik dan relatif lebih tahan terhadap guncangan. Pada awal tahun 2007, hard disk SATA dan SAS 2.5” mulai dijual untuk keperluan komputer desktop dan server.
Revolusi ukuran fisik hard disk secara signifikan dapat dilihat pada hard disk ATA-7 LIF 1.8”—yang digunakan pada perangkat digital audio player dan subnotebooks—dengan kapasitas hingga 100GB, tingkat konsumsi daya yang rendah, serta sangat tahan terhadap guncangan. Sebagai perbandingan, hard disk ukuran 1.8” standar yang digunakan pada slot PCMCIA sebelumnya hanya mampu menampung 2 s.d. 5 GB saja.
Selanjutnya, berbagai media penyimpanan berukuran 1” mulai digunakan, misalnya kartu memory CF tipe II yang biasa terpasang pada kamera digital dan perangkat portabel.
Dalam hal tingkat operasi baca tulis (input/output, I/O) per detik, hard disk modern saat ini sudah mampu melakukan 50 akses random atau 100 kali akses secara sekuensial per detik.
Karakteristik hard disk yang lain, yaitu tingkat konsumsi daya, tingkat nouse (dalam ukuran dBA), daya tahan terhadap guncangan, serta tingkat transfer rate (kecepatan transfer rata-rata). Nilai transfer rate hard disk umumnya berkisar antara 44.2 MB/detik hingga 111.4 MB/detik. Sedangkan random access time (kecepatan akses acak) berkisar antara 5 ms hingga 15 ms.
D. Cara Kerja Hard Disk
Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.
Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.
Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau aluminium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah menggunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.
Platters dan head
Read-and-write head
Circuit board pada hard disk
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.
Cover penutup hard disk
Platter, head, dan spindle hub motor
Platter motor coil
Komponen hard disk yang telah diurai
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.
Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan pengoperasian di ketinggian.
Diposting oleh
blogs arina
di
20.13
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Setup Windows Server 2003 - Bagian 2
Pada Setup Windows Server 2003 - Bagian 1, kita telah melakukan instalasi Windows Server 2003 dengan konfigurasi standar. Beberapa konfigurasi lainnya masih harus dicustomize agar sesuai dengan kebutuhan sistem yang diharapkan.
Pada bagian ke-2 ini, kita akan melakukan instalasi beberapa komponen tambahan yang diperlukan dan melakukan beberapa konfigurasi minimum untuk Windows Server 2003.
Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
1. Masukkan CD Windows Server 2003 Service Pack 2
2. Jika Autorun tidak aktif, jalankan melalui menu Start.
Caranya:
1. Klik ‘Start’->’Run
2. Klik ‘Browse’. Pilih lokasi CD-ROM, dan pilih file ‘SRSP2.CMD’
3. Setup akan mengekstrak file-file instalasi dan menampilkan kotak dialog seperti berikut.
Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2Instalasi Windows Server 2003 Service Pack 2
4. Klik ‘Next’ dan lanjutkan sampai selesai.
5. Restart
Instalasi Driver
Anda harus melakukan instalasi driver-driver hardware di komputer dengan CD/DVD instalasi hardware bersangkutan. Jika driver untuk Windows Server 2003 tidak ditemukan, coba dengan driver untuk Windows XP atau download dari website vendor bersangkutan.
Instalasi Internet Information Service (IIS)
1. Jalankan ‘Add or Remove Programs’ dari Control Panel
2. Klik button ‘Add/Remove Windows Components’
3. Double click ‘Application Server’
Instalasi Microsoft IIS
4. Double click ‘Internet Information Service (IIS)’
Instalasi Microsoft IIS
5. Pilih ‘File Transfer Protocol (FTP) Service’
Instalasi Microsoft IIS
6. Klik OK.
Membuat Partisi
Partisi untuk dokumen, database, dan file-file temporer sebaiknya dipisah. Untuk membuat partisi di Windows Server 2003, ikuti langkah berikut:
1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
2. Pilih ‘Disk Management’
Membuat Partisi di Windows Server 2003
3. Klik ‘Disk 0′ pada daftar disk dan klik kanan.
4. Pilih ‘New Partition’
5. Pilih ‘Extended Partition’, isi ukuran partisi yang dibutuhkan dan klik ‘Next’
6. Pilih filesystem ‘NTFS’.
7. Ulangi langkah 1-6 untuk partisi yang lain.
Membuat User Account
Anda harus membuat user account khusus untuk pemakaian biasa dan jangan gunakan account Administrator. Gunakan account Administrator jika diperlukan, misalnya instalasi software atau hardware.
1. Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer Management’
2. Pilih ‘Local Users and Groups’
Membuat user di Windows Server 2003
3. Pilih ‘Users’
4. Klik kanan di daftar user dan pilih ‘New User’
5. Isi dengan nama user yang Anda inginkan.
Membuat user di Windows Server 2003
6. Klik ‘Create’
Selamat, Windows Server 2003 telah siap digunakan sebagai Server. Untuk menggunakan Voucha II, Anda perlu melakukan instalasi Microsoft SQL Server 2000 dan Microsoft SQL Server 2000 - Service Pack 4.
Diposting oleh
blogs arina
di
20.00
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono
Setup Windows Server 2003 bagian 1
Artikel ini adalah tutorial singkat mengenai instalasi Windows Server 2003 ke komputer PC untuk digunakan dalam sistem Voucha II. Jika Anda menggunakan server built-up seperti IBM xSeries atau Dell PowerEdge, anda harus baca manual instalasi yang disertakan bersama server tersebut. Instalasi ini dapat diterapkan pada :
1. Windows Server 2003 x86
2. Windows Server 2003 x86 Service Pack 1
3. Windows Server 2003 x86 R2
4. Windows Server 2003 x86 Service Pack 2
Instalasi Windows Server 2003 hampir mirip dengan instalasi Windows XP dan sama mudahnya. Hal-hal yang perlu Anda siapkan:
1. CD/DVD instalasi Windows Server 2003 (Enterprise Edition)
2. CD/DVD driver untuk motherboard, video card, sound card, ethernet card, dll.
3. PC dengan RAM minimum 256 (disarankan 512MB atau lebih), hardisk 20GB (disarankan 40GB atau lebih), video card true-color dengan resolusi 1024×768.
Baiklah mari kita mulai:
Boot komputer dengan CD Windows Server 2003
Atur konfigurasi BIOS agar melakukan boot ke CD/DVD ROM. Masukkan CD/DVD Windows Server 2003. Anda akan mendapatkan layar selamat datang di setup Windows Server 2003.
Windows Server 2003
Tekan tombol ‘ENTER’ di keyboard. Anda akan menuju ke layar EULA
Windows Server 2003
Tekan ‘F8′ di keyboard untuk persetujuan lisensi Windows Server 2003.
Membuat Partisi
Jika hardisk Anda masih kosong, anda harus membuat partisi untuk sistem Windows Server 2003. Tekan ‘C’ untuk membuat partisi dan masukkan ukuran partisi yang dibutuhkan, misal 10000MB (1GB).
Windows Server 2003
Jika sudah selesai, tekan ‘ENTER’.
Format partisi tersebut dengan filesystem NTFS dengan metode quickformat.
Windows Server 2003
Tekan ‘ENTER’. Windows Server 2003 Setup memformat partisi hardisk Anda.
Windows Server 2003
Setelah format selesai, Windows Server 2003 Setup meng-copy file-file ke partisi Windows.
Windows Server 2003
Setelah selesai, Windows Server 2003 Setup akan me-restart komputer dan boot ulang.
Windows Server 2003
Windows Server Setup GUI
Windows Server 2003
Tunggu beberapa saat sampai muncul Wizard berikut:
Windows Server 2003
Pilih ‘Customize’, dan lakukan setting seperti screen di bawah ini.
Windows Server 2003
Klik ‘OK’, kembali ke layar sebelumnya dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi dengan Nama Anda dan Nama Perusahaan Anda. Kemudian klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi dengan CD key Windows Server 2003 yang disertakan bersama CD Windows Server 2003. Klik ‘Next’
Windows Server 2003
Pilih Licensing Mode ‘Per Server’ dan isi dengan jumlah koneksi yang dibutuhkan. Klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi ‘Computer Name’ dan password untuk Administrator. Klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Pilih ‘Time Zone’ dengan (GMT +07:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta. Klik ‘Next’. Setup akan melakukan instalasi Network.
Windows Server 2003
Windows Server 2003
PIlih ‘Custom settings’ dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Pilih komponen ‘Internet Protocol (TCP/IP)’ dan klik ‘Properties’.
Windows Server 2003
Isi ‘IP address’, ‘Subnet mask:’, ‘Default gateway:’ sesuai konfigurasi network Anda. Klik ‘OK’. Kemudian klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Isi nama Workgroup yang diinginkan, misalnya : ‘VOUCHA’. dan klik ‘Next’.
Windows Server 2003
Setup mencopy file-file komponen ke partisi Windows. Setelah itu Setup akan melakukan restart dan boot ulang komputer Anda.
Windows Server 2003
Selamat, Anda berhasil melakukan instalasi Windows Server 2003!
Diposting oleh
blogs arina
di
18.45
0
komentar
Label: Tugas Pak Kardiyono